SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Selasa, 05 Juli 2005

JAKARTA-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (4/7) diprediksi akan bergerak flat dengan kecenderungan melemah. Tingginya inflasi dan belum pulihnya nilai tukar rupiah masih menjadi momok pelaku pasar.

JAKARTA-Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan, harga minyak mentah (crude oil) di pasaran dunia dewasa ini sudah sedemikian tinggi. Karenanya, dia sekali lagi mengajak agar masyarakat lebih hemat dalam pemakaian energi.

JAKARTA-PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menetapkan empat payment bank (bank pembayaran) untuk penyelesaian transaksi di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) hingga empat tahun ke depan. Empat bank itu, yakni Bank Mandiri, BCA, Bank Lippo dan Bank Niaga.

SEMARANG-Musim kemarau ternyata mendatangkan berkah bagi sejumlah toko elektronik. Panasnya udara di siang hari dan rasa gerah malam hari, mendorong masyarakat memutuskan berbelanja membeli AC. Tidak heran, penjualan AC pun meningkat tajam pada Juni 2005 dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

JAKARTA-Kuota konsumsi BBM secara nasional yang dipatok sebesar 59,6 juta kilo liter diperkirakan terlampaui akibat tingginya konsumsi masyarakat dan industri. Jika hal itu betul-betul terjadi, maka Pertamina harus nombok kelebihan jatah BBM tersebut.

JEPARA-Menteri Perdagangan Dr Mari Pangestu kembali menegaskan pembukaan keran ekspor rotan setengah jadi untuk menyeimbangkan antara produksi dan kebutuhan. ''Banyak produk rotan yang tak terserap di dalam negeri, akibatnya penghasil rotan di Sulawesi terpuruk.''

SEMARANG-Tarif izin mendirikan bangunan (IMB) pada rumah sederhana sehat (RSS) diusulkan nol rupiah. Apalagi ternyata beban biaya perizinan mencapai 5-10 persen dari total biaya pendirian RSS. Sejumlah pengembang mengaku tidak dapat menurunkan harga rumah yang dinilai lumayan tinggi untuk keluarga dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta per bulan.

SEMARANG-Pasokan beras dari sejumlah daerah di Jawa Tengah membanjir (lancar-red) belakangan ini. Di Pasar Beras Dargo, belasan ton beras bahkan terpaksa diungsikan ke gudang-gudang. Meski demikian, harga tiap jenis beras hanya naik tipis sekitar Rp 100 per kg.

SEMARANG-Terbitnya Inpres Nomor 5 Tahun 2005 tentang pemberdayaan industri pelayaran dan perkapalan nasional, mewajibkan bank memberikan kredit pendamping untuk perusahaan perkapalan. Sebab dalam inpres itu disebutkan bank wajib memberikan kredit kepada industri perkapalan. ''Inpres itu jelas disambut gembira industri perkapalan, termasuk institusi pendidikan yang mencetak calon tenaga ahli di bidang perkapalan,'' ujar Drs Untung Budiarso, Direktur Akademi Teknik Perkapalan (ATP) Semarang di sela-sela penerimaan mahasiswa baru di kampusnya Jalan Kanguru Barat II/8 Senin kemarin.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA