logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Juli 2005 PANTURA
Line

Kompor Meledak Penyebab Kebakaran

PEKALONGAN- Setelah dilakukan penelitian, Polsekta Pekalongan Barat memastikan penyebab kebakaran di Jalan Slamet adalah kompor meledak. Kerugiannya sesuai dengan laporan dari para korban, mencapai Rp 145 juta.

Kapolsekta Pekalongan Barat AKP Arifin kemarin mengatakan, berdasarkan pendataan ternyata hanya delapan rumah yang terbakar. Lima lainnya dihuni oleh orang yang mengontrak. Meski mereka membangun sendiri di sekitar rumah, bukan berarti berdiri sendiri.

Penyebab kebakaran tersebut, ungkap dia, akibat kompor milik Sumirah yang meledak. Saat itu, wanita tersebut memasak. Setelah usai, kompor dimatikan dan ditinggal ke rumah tetangga.

Ternyata kompor itu belum mati. Api membakar kompor sehingga terjadilah ledakan. Karena pinggir bangunan gedek maka api merambat ke bangunan lain dengan cepat.

Dalam waktu setengah jam, api membakar delapan rumah dan seluruh isi tak bisa diselamatkan.

Menurut keterangan warga, begitu tetangga ribut ada kebakaran, Sumirah kembali pulang. Namun rumahnya terbakar, dan dia hanya bisa melihatnya. Sumirah tak berani menyelamatkan barang-barangnya, karena api membumbung tinggi.

Bukan Kesengajaan

Dua pompa air yang digunakan penjual bunga di depan lokasi, dimanfaatkan untuk memadamkan api. Tetapi api belum padam juga, sampai datang dua mobil pemadam kebakaran.

AKP Arifin menyatakan dari pemeriksaan beberapa saksi, kebakaran itu merupakan musibah dan bukan kesengajaan. Setelah beberapa saksi diperiksa di Mapolsekta, kemudian dilepas.

Sementara itu, beberapa pemilik rumah kemarin berharap Pemkot mengulurkan tangan untuk membantu para korban. Meski rumah itu sederhana, sangat berarti bagi mereka.

"Kalau kami harus membangun bangunan darurat sendiri, sangat berat," kata Kadar, salah seorang korban.

Mengenai tempat penampungan, mulai kemarin malam mereka tidak menumpang lagi di Kantor Pelatihan Pekalongan (KPK) di depan lokasi. Para korban sebagian besar menginap di rumah saudaranya masing-masing. Adapun yang mengontrak, kembali ke tempat asal.(A15-52s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA