logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Juli 2005 PANTURA
Line

102 Siswa SMP BU Winduaji Tak Lulus UN

BUMIAYU - Sebanyak 102 dari 159 siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN) di SMP Bustanul Ulum (BU) Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Brebes, dinyatakan tidak lulus. Jumlah tersebut mencatat rekor tingkat ketidaklulusan tertinggi dari sembilan SMP di wilayah Paguyangan.

Pada tingkat kelulusan tertinggi dicatat SMP Negeri 1 Paguyangan. Dari 243 siswa yang mengikuti ujian tersebut, hanya satu siswa yang tidak lulus, sedangkan satu siswa lain diminta mengikuti ujian susulan karena sakit.

Kepala Sekolah SMP BU Winduaji, Jayusman mengatakan, nilai rendah terjadi secara merata di tiga mata pelajaran. "Ada nilai matematikanya yang jatuh, ada pula di mata pelajaran Bahasa Inggris," kata dia, kemarin.

Jayusman mengakui terdapat beberapa faktor yang menyebabkan siswa tidak lulus. Dia memperkirakan banyak siswa belum siap menghadapi format ujian baru tahun ini. Pada ujian kali ini, siswa dinyatakan lulus bila memenuhi nilai standar minimal, yakni 4,26. Standar ini berbeda dengan kelulusan tahun sebelumnya yang mengacu pada nilai pemberian sekolah. "Mereka belum tahu perubahan yang diberlakukan, jadi kurang mempersiapan diri," ungkap Jayusman.

Faktor lain, seperti mutu pembelajaran diakui juga perlu ditingkatkan. Hal ini untuk menyesuaikan perkembangan mutu pendidikan sejajar dengan daerah lain yang lebih maju.

Sekretaris REDIP III Kecamatan Paguyangan, Drs Budi Adjar Pranoto mengatakan, masih ada kesempatan bagi siswa yang tidak lulus. Ujian ulangan kedua akan dilaksanakan di bulan Agustus. Bila siswa masih tidak lulus, mereka bisa mengulangi pelajaran kelas III, atau memilih mengikuti ujian penyetaraan kejar paket B.

Budi yang juga Kepala Sekolah SMPN 1 Paguyangan mengemukakan, tingkat kelulusan peserta ujian nasional SLTP di wilayah Paguyangan mencapai 80 persen. Yaitu, dari 937 peserta di sembilan SLTP yang mengikuti ujian, 732 di antaranya dinyatakan lulus, sedangkan 205 lainnya tidak lulus.

Sementara itu di wilayah Bumiayu, angka tidak lulus tertinggi terjadi di SMP Al-Mustofa Desa Pruwatan, yaitu dari 24 siswa peserta UN, 12 di antaranya dinyatakan tidak lulus. (H16-50h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA