| Selasa, 05 Juli 2005 | PANTURA |
Pendaftar di 25 SMK Dipungut Rp 5.000/Orang
SLAWI- Sejumlah calon siswa baru yang akan mendaftar SMK, kemarin, terkejut ketika dimintai uang pendaftaran Rp 5.000. Itu lantaran sebelumnya mereka menerima informasi tidak akan dipungut uang pendaftaran. Keterkejutan sejumlah calon siswa baru dan orang tua murid yang turut mengantar mulai mereda, saat panitia pendaftaran siswa baru (PSB) menjelaskan alasan pengenaan biaya administrasi untuk pendaftaran tersebut. Menurut Kepala Seksi (Kasi) Kependidikan SMP dan Dinas P dan K Sugiharto SPd MSi, biaya Rp 5.000/calon siswa baru yang dibebankan, karena di sekolah kejuruan ada tes keterampilan khusus. "Jadi ini memang sesuai dengan aturan. Lima SMK negeri dan 20 SMK swasta diperbolehkan mencantumkan biaya untuk tes keterampilan khusus Rp 5.000/calon siswa baru," tandas dia. Menurutnya, khusus untuk pendaftaran di SMP, MTs, SMA, dan MA, tidak ada pungutan apa pun. Kalau sampai ada pungutan, sekolah bersangkutan akan terkena teguran keras dari Dinas P dan K. Lewat Komputer Sementara itu, pendaftaran calon siswa baru di sejumlah sekolah di Slawi berlangsung cukup ramai. Sejak pukul 08.00, ratusan calon siswa baru dan orang tua murid berkerumun di sejumlah sekolah. Seperti yang terlihat di SMP 1, SMA 1,2, dan 3. Di SMA 1 Slawi, seluruh berkas persyaratan pendaftar diteliti panitia pendaftaran dan langsung masuk peringkat nilai ujian nasional (UN) yang ditayangkan lewat komputer. Hingga batas akhir waktu pendaftaran pukul 12.00, jumlah pendaftar lebih dari 500 siswa. "Jadi yang mendaftar nomor urut pertama dengan yang di tengah-tengah, tidak menentukan ranking. Peringkat ditentukan oleh jumlah rata-rata UN," kata Kepala Sekolah SMA 1 Slawi, Drs Suwito, kemarin. Dia mengungkapkan, tiap detik atau setiap saat, peringkat pendaftar yang layak diterima akan terus berubah sampai batas tanggal penutupan PSB pada Kamis (7/7) mendatang. "Jadi kita lakukan secara terbuka. Yang nilainya cukup tinggi ya tetap bercokol di urutan teratas. Nah yang kemut-kemut (pusing-Red) adalah calon siswa baru yang peringkatnya mendekati batas kuota." Tahun ini, ujarnya, pihaknya hanya menerima 368 siswa baru. Terdiri atas delapan kelas, tiap kelas diisi 40 murid. Kemudian ditambah dua kelas imersi, yang tiap kelasnya terdiri atas 24 siswa. Di SMA 3 Slawi, kendati masih menunjukkan pukul 11.00 siang, jumlah pendaftar melampaui angka 500. Padahal kuota penerimaan calon siswa baru hanya 360 anak. Sekolah tersebut juga memberlakukan sistem pemeringkatan.(D12-17s) |