| Selasa, 05 Juli 2005 | PANTURA |
Rintihan Kesakitan di Ruang FlamboyanDARI ruang Flamboyan Nomor 1 RSUD Kraton Pekalongan samar-samar terdengar rintihan seorang anak dan wanita baya. Sementara beberapa wanita lainnya terdengar menenangkan. Sebagian lagi hanya bisa terdiam sambil menitikkan air mata. Ketika Suara Merdeka memasuki ruangan tersebut beberapa orang mengaku tak tega melihat Mumbroh (45) dan Ekawati (11) yang terbaring setengah sadar di ruangan itu seusai menjalani operasi. Kasirun (40), adik Mumbroh mengatakan, sekitar pukul 11.00 kakak dan cucunya baru saja dioperasi setelah mengalami luka parah akibatdibacok perampok. "Jempol tangan kanan kakak saya putus, kepala bagian atas dan tengkuknya juga luka seperti terbelah," tuturnya. Ekawati yang masih duduk di kelas III SD juga mengalami luka parah. Tulang pundak bagian kanan anak itu bersimbah darah karena bacokan golok. "Keduanya sudah dioperasi dan mendapat jahitan banyak sekali," ucapnya lirih. Begitu dioperasi, keduanya masih belum sadar namun setelah beberapa jam mereka mulai merintih kesekitan. Kurningsih (27), ibu Ekawati terus menenangkan putri satu-satunya sambil terus menitikkan air mata. Durrokhim (33), Ayah Ekawati mengaku baru tahu jika anaknya menjadi korban penganiayaan dari tetangganya. Rumahnya memang berjarak sekitar 100 meter dari rumah Kanapsi sehingga saat kejadian itu dia tidak melihat langsung. "Selama ini Ekawati memang ikut dan tidur dengan neneknya," ujarnya Belum Pulang Baik Durrokhim maupun Kasirun mengaku belum tahu apakah ada barang yang diambil oleh orang-orang tersebut. Sebab hingga dinihari sampai sore sekitar pukul 16.00 mereka belum pulang. "Sampai saat ini kami belum pulang jadi kami tak tahu apakah ada barang yang diambil oleh para perampok," ucap Kasirun sambil mengusap matanya yang terlihat merah. Di tempat terpisah, Ketua Partai Golkar Kecamatan Kandangserang Witoni Andung Basuki mengaku kaget mendengar kejadian itu dan belum bisa memastikan apa modus penganiayaan tersebut. "Saya memang tahu Kanapsi dianiaya, dan sore ini (kemarin-Red) rencananya saya akan menengok ke rumah sakit," tuturnya. Dia berharap petugas segera melacak pelaku sehingga bisa diberikan hukuman setimpal atas perbuatannya. "Saya berharap pelakunya segera bisa ditangkap," katanya.(Muhammad Burhan-17) |