logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Juli 2005 PANTURA
Line

Rumah Kader Partai Golkar Dirampok

  • Istri dan Cucu Dibacok

KAJEN- Peristiwa menggemparkan Senin dini hari kemarin terjadi di Desa Luragung RT 1 RW 2, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan.

Istri dan cucu seorang kader Golkar Desa Luragung dibacok oleh orang tak dikenal yang diduga akan merampok di rumah itu. Akibat pembacokan tersebut, kedua korban luka parah.

Menurut keterangan beberapa saksi, pembacokan terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari. Tiga orang tak dikenal malam itu diduga menyatroni rumah Kanapsi (48), pengurus Partai Golkar Desa Luragung. Satu orang berjaga-jaga di luar rumah dan dua orang masuk ke dalam melalui pintu belakang, setelah sebelumnya mematikan arus listrik di rumah tersebut.

Dua orang yang masuk ke kamar diketahui oleh Kanapsi yang terbangun, karena adanya suara mencurigakan. Meski dalam keadaan gelap, Kanapsi sempat melakukan perlawanan dan berkelahi dengan salah seorang perampok.

Sementara seorang lainnya yang membawa golok menghampiri istrinya, Mumbroh (45) yang juga berusaha melakuan perlawanan. Namun wanita itu tak berdaya menghadapi bacokan golok dari orang tak dikenal tersebut, hingga mengalami luka parah. Selain jempol tangan kanannya putus, kepala bagian atas dan tengkuknya juga terluka parah akibat sabetan golok.

Ekawati (11), cucu Kanapsi yang terbangun karena suara gaduh juga tak luput dari kesadisan orang tersebut. Tulang pundak bagian kanan anak itu bersimbah darah karena bacokan senjata tajam.

Setelah melukai dua penghuni rumah, kedua orang tersebut kabur melalui jendela depan.

Minta Tolong

Kanapsi yang melihat istri dan cucunya bersimbah darah berteriak minta tolong. Tak lama kemudian puluhan warga berdatangan memberikan pertolongan. Keduanya langsung dibawa ke RSUD Kraton Pekalongan.

Kasirun (40), adik Mumbroh kepada Suara Merdeka mengaku kaget ketika melihat rumah kakaknya penuh dangan darah. "Saya melihat rumah penuh darah dan jempol kakak saya ada di lantai. Saat itu juga saya dibantu tetangga membawa mereka ke RSUD Kraton," paparnya.

Dia menduga tiga orang yang mendatangi rumah kakaknya adalah untuk merampok. Sebab selama ini dia belum pernah mendengar kakak iparnya berselisih dengan warga. "Namun saya tak tahu apa yang telah diambil, karena sampai saat ini saya belum memeriksa rumahnya," ucap Kasirun.

Kapolres Pekalongan AKBP Drs Lotharia Latief melalui Kasat Reskrim AKP Usup Sumanang SH mengakui adanya kejadian sadis tersebut. Pihaknya saat ini melakukan pengejaran terhadap orang-orang yang diduga menjadi pelaku penganiayaan itu. "Belum jelas apa motifnya, tetapi kami menduga itu perampokan," ujarnya.

Kepada polisi, menurut Usup, Kanapsi menduga yang menyatroni rumahnya berjumlah tiga orang tetapi yang masuk dua orang. Dia mengaku tak bisa melihat wajahnya, karena suasana saat itu gelap gulita setelah listrik di rumahnya sengaja dipadamkan para pelaku.(G16-17s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA