| Selasa, 05 Juli 2005 | WACANA |
Surat PembacaBanyak Teman Banyak RezekiMencermati Surat Pembaca Pak Agus M Irkham 13 Juni 2005 yang menulis tentang diri saya, sungguh suatu pujian yang berlebihan. Jujur saja, saya menyesal tidak bisa bertemu Bapak yang sudah bersusah-payah ke Sukorejo untuk bersilaturahmi. Saya juga mohon maaf kepada pembaca lain yang mengirim surat dan belurn saya balas. Percayalah, bagi saya banyak teman banyak rezeki. Untuk itu jika saya tidak di rumah orang tua di pegunungan Sukorejo, bisa ditemui di kantor "Harapan Mulya Transtama" Jl Raya Brangsong 70 Kendal. Atau ke rumah di Perurn Pondok Brangsong Baru, Jl Dieng I/40 Kendal. Bisa juga berkomunikasi lewat telp (0294) 382767/081325544849, e-mail/Jokosuprayoga@yahoo.ca atau berselancar ke www_hm-trans.com Meski hanya hari Minggu saya berada di Sukorejo, saya selalu memakai alamat Jl Raya Sapen 99 Sukorejo Kendal, karena alamat itu yang tertera di KTP. Oh ya, saya percaya, setiap orang sesungguhnya dikaruniai bakat dan kemampuan menulis. Hanya saja, tidak semua orang menyadari dan mau mengembangkan. Potensi kepenulisannya tidak digali, tapi dibiarkan mandek dan kemudian mati. Padahal dengan menulis, orang tidak hanya dapat mengungkapkan perasaan dan pikirannya, tetapi juga mengkomunikasikan. Kata nenek saya, episto ergo sum, karena menulis maka aku ada. Joko Suprayoga Jl Raya Sapen 99 Sukorejo, Kendal *** Soal Dideh Bapak MUI Jateng sebagai muslimah awam saya ingin kepastian hukum dideh atau saren halal atau haram. Dideh atau saren adalah darah yang tertumpah ketika hewan (ayam, kambing, sapi, kerbau) disembelih. Darahnya ditaruh dalam bejana (panci, ompreng, baskom atau sejenisnya) untuk dibekukan. Setelah beku wujudnya seperti hati dan bisa dimasak sebagai lauk-pauk. Jika halal tentu boleh dikonsumsi, tetapi jika haram tentu tidak boleh dimakan oleh orang Islam. Pertanyaan ini dilatarbelakangi oleh dua hal. Pertama, kiai tempat saya dulu nyantri berfatwa dideh atau saren hukumnya haram. Kedua, saya pernah mau makan di sebuah warung makan yang penjualnya berbusana muslimah dan saya berestimasi dagangannya ditanggung halal. Tetapi saya agak terkejut karena di situ ada dideh atau saren-nya sehingga niat untuk jajan urung. Atas kebingungan ini saya mohon fatwa. Komiyati Jl Kinibalu Selatan 32 Rt 9/Rw 2 Tandang Semarang *** Korupsi Versus Busung Lapar Ironis. Negeri ini memang negeri penyamun. Penguasa yang berpeluang melakukan korupsi. Tidak peduli apa departemen/lembaganya. Ngurusi haji yang urusannya dekat dengan Tuhan pun tega diembat juga. Bagaimana mau membangun keadaban publik kalau pelayan publiknya korup. Negeri ini memang pantas mendapat julukan negara yang banyak korupsinya. Namun ironisnya tidak ada koruptornya. Ada tiga domain negeri ini jadi bagus atau semakin rusak, yaitu stute, bisnis, warga. Kalau ketiganya tidak didandani maka negeri makin terpuruk dan malah dapat menjadi negari tanpa adab. Bayangkan, duit yang semestinya untuk rakyat entah apa ujudnya, baik itu anggaran negara atau bantuan kemanusiaan tidak luput dari korupsi. Edan. Negara yang mestinya bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyat, lupa pada tugasnya karena aparatur punya kesempatan untuk korupsi. Akibatnya rakyat terlantar dan busung lapar di berbagai daerah beribu-ribu jumlahnya. Aneh, aneh bin ajaib negara yang alamnya kaya raya tapi rakyatnya miskin. Busung lapar merupakan salah satu buktinya. Jadi jelas hubungannya dan akibatnya. Jika penyelenggara publik korup, busung lapar akan meningkat. Koruptornya harus diberantas, membiarkan koruptor berarti meningkatkan jumlah busung lapar. Rakyat malu lho boss dengan predikat negara terkorup dan terbanyak busung laparnya. Kita tinggali apa anak-cucu nanti. Ditinggali keteladanan saja tidak, apalagi harta. Lalu apa refleksi kita ? Sugiyarto Jl Margoroto 9 Panjang, Ambarawa *** Hadiah Teater Mimbar IAIN Walisongo Tanggal 7 s.d 8 Mei 2005, siswa kami mengikuti lomba Gambar Karikatur dan Gambar Wajah yang diselenggarakan Teater Mimbar IAIN Walisongo Semarang. Dalam proposal disebutkan juara I akan mendapatkan uang pembinaan Rp 400.000, juara II Rp 300.000 dan III Rp 200.000 Siswa kami meraih juara I dan II. Sebagai juara I seharusnya berhak atas hadiah Rp 400.000, tetapi oleh panitia hadiah diubah menjadi Rp 150.000. Itu pun yang dibayarkan kepada kami baru Rp 100.000. Sisanya (Rp 50.000) katanya akan disusulkan di sekolah. Sebagai juara II seharusnya berhak Rp 300.000 tetapi juga diubah menjadi Rp 150.000 dan yang dibayarkan baru Rp 100.000 sisanya (Rp 50.000) akan disusulkan. Sebetulnya kami tidak keberatan dengan perubahan hadiah yang tidak konsekuen sesuai tertera di proposal tetapi merasa dibohongi. Saat kami menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, tidak ditanggapi baik. Bahkan hadiah yang katanya akan disusulkan ke sekolah sampai sekarang sudah satu bulan lebih, juga belum kami terima. Ini bukti kepanitiaannya tidak profesional. Termasuk pemberian hadiah juga mengecewakan. Terus terang, baru kali ini anak-anak SMA Teukur Umar mengikuti kegiatan di luar sekolah yang hadiahnya tiba-tiba berubah dan tidak dibayar secara tunai. Diimbau jika adakan kegiatan lagi dilakukan secara proposional, agar tidak membuat lembaga malu sendiri. Pembina Osis SMA Teuku Umar Budi Santosa SPd *** SMK N 10 Terima Bantuan Gubernur Meski saya terlahir sebagai wanita dan tinggal jauh dari daerah pesisir, saya bercita-cita menjadi pelaut. Setelah tamat SLTP saya menjadi siswi jurusan Nautika Pelayaran Niaga di SMK Negeri 10 Semarang. Walau jurusan ini baru 2 tahun, tetapi saya optimistis. Terbukti ada keseriusan dari pihak sekolah dan atas bantuan Bpk Gubernur Jateng untuk melengkapi dan memperbaiki sarana prasarana laboratorium sesuai ketentuan IMO (International Maritime Organisation), sehingga memperoleh klasifikasi ''B'' ketika diverifikasi Pusdiklat Perhubungan Laut. Juga adanya kerjasama instansi terkait, misalnya PIP Semarang, Perusahaan Pelayaran dan Galangan Kapal, ASDP Cab Semarang, Dinas Navigasi Semarang dan Dinas Perhubungan Jateng. Dengan demikian saya bersama teman-teman dapat melaksanakan belajar dan praktik berlayar di kapal KMC Kartini sebagai kapal latih. Selain jurusan pelayaran, juga ada juga jurusan Pembangunan Kapal Baja, Instalasi Permesinan Kapal dan Teknik Mekanik Otomotif. Saya ucapkan terima kasih kepada Bpk Gubernur, Bpk Wali Kota dan instansi terkait atas dukungannya sehingga cita-cita saya nantinya dapat tercapai. Alphani Christania R Siswi SMK Negeri 10 Semarang |