| Selasa, 05 Juli 2005 | NASIONAL |
Kontes Dangdut IndosiarYang Terkondang dari Purbalingga
JAKARTA - Aries Widodo asal Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, semalam memenangkan grand final Kontes Dangdut Indosiar (Kondang-In). Dalam kontes yang digelar di Gedung Popki Cibubur itu peserta yang lolos audisi di Semarang tersebut mengalahkan Aat dari Bandung dan menerima hadiah mobil Suzuki Karimun. Pengumuman pemenang yang ditandai dengan nyala lampu dan kembang api membuat para pendukung kedua finalis tegang. Apalagi pembaca acara Benigno sengaja mengulur-ulur waktu. Begitu nama Aries yang bersinar dan memunculkan kembang api, para pendukungnya berteriak histeris. Kedua orang tua dan saudaranya yang datang dari Purbalingga bersama rombongan bupati terpilih Triyono Budi Sasongko pun menangis haru.''Saya sebelumnya tidak menyangka dan menduga apalagi bermimpi akan menjadi pemenang pada malam ini. Syukur alhamdulillah saya bisa menang,'' kata Aries kepada wartawan semalam. Suasana makin mengharukan ketika kedua orangtuanya, M Sayid dan Samini, diberi kesempatan naik ke panggung untuk memberikan ucapan selamat kepada putra bungsu mereka. Semakin Pede Konser dibuka dengan kemunculan Aries yang diiringi beberapa penari kuda lumping. Beberapa saat kemudian Aat menyusul dengan menaiki sebuah boneka berbentuk singa. Kedua finalis kemudian berduet menyanyikan lagu "Joget Santai Sampai Pagi". Sejak awal Aries mengungguli Aat dalam perolehan polling SMS. Aries meraih 60,15 persen dan Aat 39,85 persen. Aries yang semalam tampil dengan stelan jas warna hitam itu terlihat penuh percaya diri. Tampilannya yang elegan tersebut sempat mendapat pujian dari salah seorang pengajar Kondang-In, Iyet Bustami. Menurut Iyet, tampilan Aries sekarang banyak kemajuannya. "Dulu kalau menyanyi dia sering menunduk, sekarang sudah berani menatap penonton. Itu menandakan kepercayaan dirinya sudah bertambah. Semakin pede dan oke," pujinya. Aries pun menanggapinya dengan senyuman. Membawakan lagu pertama "Nyanyian Setan" (Rhoma Irama), penampilan Aries nyaris tanpa cacat. Performa, intonasi, maupun cengkokan suaranya mampu menyihir ribuan penonton yang menyaksikan grand final. Begitu lagu selesai kembali tepukan ribuan penonton membahana. Penampilannya yang prima mengundang komentar dari Neng Kondang, Iis Dahlia. "Habis ini kamu tinggal di Jakarta ya? Sudah bisa nyetir belum? Kayaknya mobil itu cocok deh dengan kamu, tinggal belajar nyetir aja," kata salah satu diva dangdut itu. Aries pun kembali menanggapinya dengan senyuman. Bahkan, Raja Kondang Rhoma Irama yang selama ini menjadi pengkritik para peserta memberikan komentarnya yang pendek. "Saya tidak bisa berkomentar apa-apa. Sekarang tinggal para pemirsa saja yang menentukan," tandasnya. Lontaran dari Raja dan Neng Kondang malam itu seakan menyiratkan kemenangan Aries. Aries malam itu juga berduet dengan Meggy Z membawakan lagu "Mahal" (Meggy Z). Tampil bersama pedangdut senior, Aries tak terlihat canggung. Dia mampu mengimbangi kepiawian olah vokal Meggy Z. Bahkan, di beberapa beat berirama cepat, Aries mampu menutupnya dengan vibrasi yang terasa sekali cengkok dangdutnya. Penampialan Aat malam itu sebenarnya tak begitu mengecewakan. Ketika menyanyikan lagu "Malam" dan "Sesal", dia membawakannya dengan penuh penjiwaan. Bahkan, ketika berduet dalam lagu "Biarlah Merana" bersama Eri Susan, Aat tampil cukup meyakinkan. Namun semua itu tak cukup mendongkrak perolehan polling SMS. Sebaliknya, dukungan untuk Aries makin menguat. ''Saya datang dengan mobilisasi massa sebanyak 500 orang atau 12 bus. Saya juga sudah mempromosikan Aries di Purbalingga melalui radio-radio untuk mengingatkan warga Purbalingga untuk mengirim SMS pada grandfinal,'' kata bupati terpilih Triyono Budi Sasongko . Acara yang dipandu Benigno ini, semalam juga menghadirkan komedian Tukul Arwana dan Kang Ibing. Mereka berdua memberi dukungan kepada kedua peserta dari daerahnya masing-masing. Tukul mendukung Aries, Kang Ibing memberi semangat kepada Aat. Dalam kontes grand final kemarin, ribuan pendukung Aries mengelu-elukan cowok yang suka tersenyum ini. Bahkan, para pendukung dari mahasiswa D 1 sebuah institut di Purwokerto itu sengaja datang ke Jakarta. Dukungan mereka terbukti tak sia-sia. Mereka berangkat Minggu lalu dengan menumpang empat bus. (aih, tn, fzm-43) | ||||