| Selasa, 05 Juli 2005 | MURIA |
Disinyalir Ada Pupuk SP 36 PalsuKUDUS - Dugaan peredaran pupuk palsu di sejumlah tempat di Kabupaten Kudus semakin mendekati kebenarannya. Sebuah tim dari PT Petro Kimia Gresik, belum lama ini, telah menemukan sampel pupuk SP 36 yang diduga palsu. ''Mereka menemukan sampel pupuk tersebut di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo,'' ujar Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kudus Ir Budi Santoso MM ketika dimintai konfirmasi tentang hal itu, kemarin. Pihaknya juga mengaku telah menerima laporan dari produsen pupuk itu yang menemukan sejumlah kejanggalan pada kemasan pupuk tersebut. Selain kualitas kemasannya berbeda dari aslinya, pupuk yang diduga palsu itu ketika dibuka berupa bongkahan-bongkahan. Padahal, biasanya pupuk tersebut berbentuk serbuk halus. Selain itu, soal harga juga berbeda. Pupuk palsu itu dijual di bawah harga yang sebenarnya, yaitu Rp 1.450/kg. Untuk menentukan kebenaran palsu tidaknya pupuk tersebut, sampel yang ditemukan di Temulus akan dibawa ke Gresik untuk diuji di laboratorium. Budi mengemukakan, selain Urea dan HCl, SP 36 merupakan jenis pupuk primer yang sangat dibutuhkan petani. Biasanya, pupuk jenis tersebut untuk tanaman padi dan tebu. Pihaknya, sejauh ini memang telah melakukan pengawasan terhadap peredaran pupuk-pupuk yang diduga palsu. ''Biasanya, kami langsung bergerak setelah menerima laporan dari petani yang memakainya,'' tandasnya. Namun sejauh ini, belum pernah ditemukan keberadaan pupuk palsu tersebut, sampai PT Petro Kimia melaporkan temuannya itu ke Dinas Pertanian. Untuk mengantisipasi peredaran pupuk yang diduga palsu tersebut, pihaknya akan mengadakan penelusuran lagi ke sejumlah tempat yang menjualnya. (H8-50j) |