| Selasa, 05 Juli 2005 | MURIA |
Kekurangan AirPetani Cabai dan Tomat MengeluhREMBANG - Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Itulah gambaran nasib petani di wilayah Kabupaten Rembang. Setelah gagal panen padi, kini tanaman palawija milik mereka terancam mati akibat kekurangan air. Beberapa petani cabai di Kecamatan Sarang, Sedan, dan Pancur ketika ditemui secara terpisah mengatakan, sudah beberapa hari terakhir ini mereka menunggu hujan. Masalahnya, tanaman cabai yang sebentar lagi akan berbuah itu terancam mati akibat kekurangan air. Upaya penyelamatan dengan cara menyiram tanaman dengan air sungai atau sumur dirasa terlalu sulit, sebab di tiga daerah tersebut tergolong langka air tawar. ''Mencari air untuk kebutuhan rumah tangga saja sudah sulit, apalagi untuk tanaman pertanian,'' kata petani asal Sarang, Jono (46). Disinggung tentang upaya yang akan dilakukan untuk mempertahankan tanaman cabai agar tetap hidup, sebagian besar petani umumnya mengatakan sudah tidak ada jalan lagi kecuali menunggu datangnya hujan. Sejumlah petani tomat di wilayah Kecamatan Sulang, Kragan, dan Sumber juga menghadapi permasalahan yang sama. Bila dalam waktu dekat tidak ada hujan, sudah bisa dipastikan tanaman mereka akan mati. Kalaupun masih bisa bertahan hidup, tak mungkin hasilnya bisa dipetik secara maksimal. Selain kesulitan air, para petani cabai dan tomat juga mengeluh karena tanaman mereka terserang hama kutu daun. Akibatnya pertumbuhan kedua jenis tanaman palawija itu tidak sehat. Dalam seminggu terakhir ini tanaman yang terserang hama daunnya menjadi berlubang dan keriting. Upaya pemberantasan dengan cara menyemprotkan obat pembasmi hama sudah sering dilakukan. Namun demikian hasilnya kurang memuaskan, terbukti keadaannya belum berubah. Kepala Dinas Pertanian, Ir Maryadi belum berhasil dihubungi karena sedang ke luar daerah. Sementara itu stafnya menolak diwawancarai dengan alasan tak punya wewenang memberikan keterangan kepada wartawan. Asisten II Setda Supraja SH mengaku belum mendapat laporan adanya tanaman cabai dan tomat yang terancam mati akibat kekurangan air dan serangan hama kutu daun. ''Hal tersebut akan saya cek dulu ke lapangan,'' ujarnya. (jl-50d) |