| Selasa, 05 Juli 2005 | MURIA |
Sekolah Favorit Diserbu Pendaftar
CEPU- Beberapa sekolah favorit di Kabupaten Blora menjadi pilihan pertama siswa yang ingin melanjutkan sekolah. Terbukti, pada hari pertama masa pendaftaran siswa baru (PSB) kemarin, beberapa sekolah favorit diserbu pendaftar. Bahkan di antara sekolah favorit itu, jumlah calon siswa yang mendaftar melebihi daya tampung. Dari pantauan Suara Merdeka di SMA 1 Cepu, jumlah calon siswa yang mendaftar 246 anak dan di SMP 1 Cepu 216 anak. Padahal, tahun ini SMA 1 Cepu hanya menerima 280 siswa, sedangkan SMP 1 Cepu hanya menerima siswa tak lebih dari 280 anak. ''Hingga penutupan PSB hari ini pukul 12.00, jumlah pendaftar mencapai 246 anak. Jumlah ini masih akan terus bertambah, karena masa PSB berakhir hingga 7 Juli mendatang,'' ujar Tondy, panitia PSB di SMA 1 Cepu. Beberapa sekolah favorit di Blora juga dibanjiri pendaftar. Di SMP 2 Jalan Gunandar, Blora sudah menerima 250 pendaftar. Padahal, daya tampung kelas I hanya 240 anak. Hal yang sama terjadi di SMA 1 Blora, jumlah pendaftar 245 anak. Rencananya SMA itu hanya menerima 316 siswa baru. Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Blora Basuki Sudjono melalui Kasubdikmen Drs Marsono mengatakan, sistem PSB tahun ini tidak berbeda jauh dari tahun lalu. Menurut dia, sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Diknas Blora No 420/1330 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2005/2006 disebutkan, seleksi PSB SMP/MTs menggunakan tes tertulis meliputi bahasa Indonesia, PPKn, matematika, IPA, dan IPS ditambah bonus prestasi. ''Seluruh siswa yang akan masuk di SMP/MTs diseleksi melalui ujian tertulis yang dilaksanakan di sekolah tempat mereka mendaftar,'' ujar Marsono. Seleksi PSB SMA, kata dia, menggunakan pembobotan peringkat nilai yang didasarkan nilai ujian nasional (UN) serta bonus prestasi. Karena itu, menurut Marsono, setiap hari pihak sekolah membuat dan mengumumkan jurnal jumlah pendaftar serta nilai peringkat pendaftar. ''Calon siswa dan orang tua siswa sebelum mendaftar, sebaiknya melihat jurnal yang diumumkan di setiap SMA/MA ini,'' pintanya. Marsono menambahkan, berbeda dari SMA/MA, sistem seleksi di SMK menggunakan tes khusus berupa pembobotan nilai UN yang didasarkan hasil UN, bonus prestasi, dan tes khusus. Untuk pendaftaran SMP dikenakan biaya Rp 5.000/anak, sedangkan SMA Rp 7.500/anak. (aiz-54s) |