| Selasa, 05 Juli 2005 | MURIA |
Proyek Inpres SDM Diakui GagalREMBANG - Kepala Bappeda Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni SH mengakui, Proyek Inpres Sumber Daya Manusia (PISDM) beberapa waktu lalu belum bisa berjalan optimal. Padahal, proyek itu diharapkan bisa mengangkat kehidupan para nelayan dalam mengekplorasi sumber daya alam kabupaten tersebut. ''Salah satu kegiatan proyek itu adalah membudidayakan rumput laut di sekitar perairan Pulau Marongan. Sayang, kegiatan itu belum bisa mencapai titik optimal, bahkan bisa dikatakan gagal. Hal itu karena keterbatasan keterampilan dan modal para nelayan yang mengelolanya. Dari persoalan itulah, kemudian para nelayan kembali pada pekerjaan lama, yaitu mencari ikan di laut,'' paparnya. Sekarang, tutur Hamzah, Pemkab kembali menggalakkan pengembangan rumput laut. Beberapa desa nelayan sudah dijadikan sebagai desa percontohan pengembangan rumput laut dan hasilnya relatif memuaskan. Mengingat hal itu, Pemkab tergugah untuk membuat program tentang sumber daya manusia yang bisa mendatangkan nilai tambah. Di Desa Gegunung Wetan dan Bangi misalnya, kini sudah bisa disebut sebagai desa penghasil rumput laut. Sebab, dua desa itu mempunyai kelompok nelayan yang mampu memanfaatkan sumber daya lautan dengan mengembangkan rumput laut. Untuk kelompok nelayan Desa Gegunung Wetan, lokasi pengembangan rumput laut telah ditunjuk dalam satu kompleks, yaitu di perairan Pulau Marongan. Sementara itu, kelompok nelayan Desa Bangi memilih lokasi pengembangan di beberapa tempat tetapi semuanya masih berada di seputar perairan desanya. Sekarang ini, warga di kedua desa itu sudah bisa merasakan hasil kerja kerasnya. Meski demikian, mereka masih tetap bekerja sebagai nelayan. Menurut keterangan Kepala Dinas Perikanan Ir Sofwan, rumput laut yang dikembangkan di daerahnya memiliki kualitas ekspor. Sementara itu, bibitnya diperoleh dari Jepara. Untuk satu rakit (tempat pengembangan) dibutuhkan bibit lebih kurang 85 kg. Akan tetapi, setelah dikembangkan bisa menjadi 4 kuintal lebih sehingga sangat menguntungkan. (jl-50j) |