logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Kasparov Lawan Putin

MOSKWA - Pecatur dunia Garry Kasparov telah membuktikan kehebatan strateginya mengalahkan lawan selama 20 tahun di dunia catur. Kini, Kasparov memutuskan menghadapi musuh besarnya, Presiden Rusia Vladimir Putin. Bukan dalam pertandingan catur, tetapi dalam pertandingan memperebutkan kursi presiden pada pemilu mendatang.

Selang empat bulan setelah pensiun dari catur, Kasparov kini tampil sebagai pemimpin gerakan oposisi. Dia mendirikan Front Persatuan Sipil (FPS). Targetnya adalah, menghancurkan kediktatoran Putin. "Saya sedang membangun strategi. Sasaran saat ini hukan untuk kalah, bukan untuk di-skak. Sasaran kami adalah untuk bertahan," kata dia di markas FPS. Kantornya penuh dengan brosur-brosur menentang Putin.

Kasparov (42) masih dianggap sebagai pecatur nomor satu dunia. Dialah pemegang gelar juara dunia tak terkalahkan selama delapan tahun berturut-turut. Kasparov mulai sibuk menggalang kekuatan, menemui para pendukungnya di seluruh penjuru Rusia. Keterkenalan Kasparov bukan berarti memuluskan pilihan politiknya. Di Provinsi Ossetia Utara pekan lalu misalnya, dia dilempar telur saat mengadakan temu pendukung.

Kasparov tetap tegar. Dia yakin Putin akan berusaha memperpanjang kekuasaannya saat masa jabatannya selesai pada 2008. Karena itu, dia bertekat memobilisasi rakyat agar hal itu tidak terjadi. Kremlin sendiri membantah tudingan tersebut.

"Kami ingin mempersatukan semua aktivis yang percaya bahwa rezim Putin adalah bahaya terbesar bagi Rusia," kata dia. "Kami harus menang. Kami harus yakin bahwa pemilu 2008 akan berlangsung terbuka dan jujur. Kami harus memulihkan demokrasi."

Menurut Kasparov, pemerintahan Putin selama ini membelenggu kebebasan politik, gagal memenuhi janji meningkatkan standar hidup, dan tidak berhasil mengakhiri perang di Chechnya.

Kritik-kritik semacam itu khas kritik gaya liberal, yang justru tidak digubris oleh mayoritas warga Rusia. Pasalnya, Rusia makin kaya dari ekspor minyak dan tingkat pendapatan saat ini adalah yang tertinggi selama ini. Putin masih populer.

Namun, Kasparov berpendapat, dia melihat ada celah yang bisa dimanfaatkan kubunya untuk menyerang Putin. "Rakyat berharap pada Putin saat dia memimpin. Namun, ketika harapan memudar, pendulum kini bergerak ke arah belawanan," kata dia. "Banyak orang tidak percaya lagi kalau pemerintahan ini mampu membawa Rusia ke masa depan yang lebih baik." (rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA