logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Jelang KTT G8, Bush dan Blair Berseberangan

LONDON - Amerika Serikat sekali lagi menunjukkan diri sebagai kekuatan ekonomi yang tidak mendukung gerakan lingkungan. Presiden George W Bush mengisyaratkan penolakannya jika KTT G8 akan menghasilkan kesepakatan mirip traktat Kyoto.

"Jika kesepakatan yang akan dihasilkan itu mirip dengan traktat Kyoto, jawabannya tidak. Traktat Kyoto bisa menghancurkan perekonomian kami," kata Bush, dalam wawancara dengan televisi Inggris, ITV1, yang disiarkan kemarin.

Amerika adalah satu-satunya negara G8 yang belum menandatangani traktat Kyoto tentang pengurangan emisi karbondioksida. Tujuh negara lain G8 (Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Rusia) telah menyepakati traktat yang diberlakukan mulai Februari lalu.

Bush juga mengatakan kepada PM Inggris Tony Blair untuk tidak mengharapkan kemurahan hati dalam KTT G8 pekan ini. Dalam hal ini, Bush tidak akan mempertimbangkan koalisi yang dibangunnya dengan Inggris selama menginvasi Irak.

"Saya sama sekali tidak memandang hubungan kami sebagai hubungan timbal balik," kata Bush dalam waancara itu. "Tony Blair membuat keputusan-keputusan yang dia anggap terbaik untuk memelihara perdamaian dan memenangi perang melawan terorisme. Keputusan seperti itu pula yang saya buat."

"Jadi, saya menghadiri pertemuan G8 bukan untuk berupaya membuat dia terlihat hebat atau buruk. Saya datang ke pertemuan itu dengan membawa agenda yang terbaik bagi negara kami," tambahnya.

Dua Agenda

Blair menempatkan isu perubahan iklim dan pemberantasan kemiskinan di Afrika sebagai dua agenda selama dia menjadi presiden G8. Dia akan menjadi tuan rumah bagi pertemuan para pemimpin G8 di Gleneagles, Skotlandia. KTT itu diselenggarakan mulai Rabu (6/7) sampai Jumat (8/7).

Media Inggris melaporkan, Senin kemarin, putaran perundingan terakhir yang dilakukan para pejabat senior G8 di London, akhir pekan lalu, mengarah pada kesepakatan yang mengakui pembuktian ilmiah mengenai pemanasan global.

Presiden Prancis Jacques Chirac mengatakan, Minggu lalu, para pemimpin G8 tengah menuju pada suatu kesepakatan seperti itu. Namun Bush justru menyarankan agar negara-negara G8 berhati-hati dalam membuat kesepakatan mengenai pemanasan global.

Blair telah berhasil membuat kemajuan mengenai isu kemiskinan Afrika. Namun dia mendapat kendala untuk menyukseskan agenda perubahan iklim. AS adalah negara terbesar yang menyebabkan pencemaran udara di dunia.

Dengan nada pesimistis, para aktivis mengatakan KTT G8 tidak akan menghasilkan kesepakatan yang positif mengenai pengurangan emisi gas rumah kaca.(rtr-ben)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA