| Selasa, 05 Juli 2005 | EKONOMI |
Pasokan Beras Lancar, Harga Naik Rp 100/KgSEMARANG-Pasokan beras dari sejumlah daerah di Jawa Tengah membanjir (lancar-red) belakangan ini. Di Pasar Beras Dargo, belasan ton beras bahkan terpaksa diungsikan ke gudang-gudang. Meski demikian, harga tiap jenis beras hanya naik tipis sekitar Rp 100 per kg. Tiap hari, beras yang masuk ke pasar induk Jateng itu mencapai 50-100 ton. Pasokan kebanyakan berasal dari Demak, Purwodadi, Kendal, dan Klaten (Delanggu). Stok itu diperkirakan akan lancar, karena bersamaan dengan musim panen gadu (panen susulan setelah panen raya-red). Pada bulan Agustus-Desember, pasokan akan kembali masuk dari Cirebon. ''Sebenarnya, pasokan selama ini masih relatif stabil. Kalau pun naik-turun, angkanya tidak terlalu besar. Beras yang keluar jumlahnya juga berkisar antara 50-100 ton sehari. Hanya saja, penjualan saat ini tidak sebaik dulu, karena banyak pengecer atau pedagang besar yang mengambil dari petani. Umumnya mereka langsung menjualnya ke konsumen di kampung-kampung,'' ujar Pranowo, Sekretaris Asosiasi Pedagang Beras Pasar Dargo, kemarin. Menurut dia, pasokan beras selama ini cukup terbantu dengan adanya panen susulan atau gadu. Saat panen raya, pasokan beras terus limpahan. Itu sebabnya, memasuki musim kemarau, stok diperkirakan akan tetap lancar dengan masuknya stok dari luar Jawa Tengah. Di sisi lain, beberapa pedagang saat ini mulai menjajaki pasar antarpulau. Pranowo misalnya, memiliki rekanan niaga yang permintaannya per dua minggu sekitar 30-100 ton. Permintaan paling tinggi untuk memenuhi kebutuhan besar kebanyakan dari para pedagang di Kalimantan. ''Memang belum banyak pedagang yang memiliki jaringan ke luar Jawa. Malah kalangan pedagang dari Kalimantan sekarang banyak yang langsung kontak dengan petani di Jawa. Yang sudah punya kenalan malah tinggal menelepon, dan mentransfer sejumlah uang lewat bank,'' terang dia. Sementara itu, harga beras di pasaran yang naik saat ini, meliputi beras rojolele, C4, mentik wangi, umbuk, dan membramo. Harga C4 sekitar Rp 2.450-Rp 2.600 per kg, rojolele Rp 4.000-Rp 5000 per kg, mentik wangi Rp 2.950 per kg, umbuk Rp 2.650 per kg, membramo Rp 2.900-Rp 3.000 per kg, dan ketan Rp 3.000 per kg. (H12-33) |