logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Juli 2005 OLAHRAGA
Line

Argentina Juara Dunia Yunior

UTRECHT- Kekecewaan publik Argentina setelah kegagalan timnas seniornya di Piala Konfederasi terbayar oleh penampilan maksimal tim yuniornya, Minggu (3/7).

Jika tim Tango senior gagal di final Piala Konfederasi setelah kalah 1-4 dari Brasil di Frankfurt Jerman, 30 Juni lalu, tim muda Argentina sukses membawa pulang trofi juara dunia yunior setelah dalam pertandingan final melawan Nigeria di Utrecht, Belanda, menang 2-1.

Bintang kemenangan Argentina pada pertandingan tersebut adalah ''si kutu kecil'' Lionel Messi. Gelandang Barcelona itu memborong kedua gol timnya lewat titik penalti. Dengan hasil ini, Argentina untuk kali kelima menjuarai Piala Dunia Yunior (U-20) setelah empat sukses sebelumnya diraih pada tahun 1977, 1995, 1997, dan 2001.

Selain pulang dengan trofi juara, Argentina juga mendapat kehormatan tambahan setelah Lionel Messi, pemain kelahiran 24 Juni 1987, memimpin penciptaan gol dengan enam biji. Ia menerima hadiah bola emas. Predikat Messi semakin lengkap karena dia juga terpilih sebagai pemain terbaik turnamen. Dua pemain Nigeria, John Obi Mikel dan Taye Taiwo, berada di tempat kedua dan ketiga.

"Messi bermain luar biasa, tapi gelar ini dimenangkan oleh tim," ujar pelatih Argentina, Francisco Ferraro.

Disaksikan 25.000 penonton termasuk Presiden FIFA Sepp Blatter, kedua tim menerapkan kombinasi pertahanan dan serangan yang baik.

Serangan Argentina dimotori Lionel Messi, pemain bertubuh kecil dengan tinggi 170 cm. Sedangkan pergerakan Nigeria dikomando Obi Mikel.

Sundulan Spektakuler

Argentina membuka keunggulan melalui tendangan penalti Messi menit ke-40.

Ia mengeksekusi sendiri hadiah penalti tersebut, setelah dijatuhkan bek Nigeria Dele Adeleye saat melakukan aksi solo run ke jantung pertahanan lawan. Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 masih bertahan.

Nigeria berhasil menyamakan kedudukan menit 53 melalui sundulan spektakuler Chinedu Ogbuke, meneruskan umpan silang Olubayo Adefemi dari sisi kanan. Usai itu, kedua tim semakin mengintensifkan tekanan ke kubu lawan, membuat pertandingan kain ketat dan menarik.

Namun 20 menit kemudian, Argentina melahirkan gol kemenangan. Uniknya, gol ini juga dari titik putih, setelah pemain pengganti Sergio Aguero dijatuhkan oleh Monday James. Messi kembali mengirim bola ke dalam gawang Nigeria.

"Ini pertandingan yang aneh. Kami kalah karena dua gol penalti. Jika anda bermain di final seperti ini, anda tidak bisa menyerahkan penalti seperti itu (kepada lawan)," keluh pelatih Nigeria, Samson Siasia. ''Tapi itu membuat kami pulang dengan sangat terhormat.''

Pada pertandingan lain, juara bertahan Brasil finis di tempat ketiga setelah menundukkan Maroko 2-1. (rtr,F3,dtc-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA