| Senin, 04 Juli 2005 | OLAHRAGA |
Yoyok: PSPS Tolak Lanjutkan PertandinganPEKANBARU-PSIS menyesalkan kerusuhan pada pertandingan tandang lawan PSPS di Stadion Rumbai Pekanbaru, sore kemarin. Bahkan, Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi akan membuat laporan secara tertulis kepada PSSI tentang kerusuhan itu. Dengan harapan, PSPS dihukum karena tidak mau melanjutkan pertandingan. "Kami mau melanjutkan pertandingan. Namun, PSPS-nya yang menolak. Jadi yang salah bukan kami, tapi mereka,"tegasnya seusai pertandingan. PSPS menolak pertandingan dilanjutkan, karena wasit Jajat Sudrajat tetap memutuskan memberi tendangan penalti kepada PSIS setelah Joao Bosco Cabral hands ball. Menurutnya, jika sesuai aturan, dengan menolak bertanding, seharusnya PSPS terkena hukuman WO. Dengan demikian, pertandingan dimenangkan PSIS dengan skor 3-1. "Skor sementara kami memang kalah 0-1. Dengan adanya laporan tertulis ke PSSI nanti, kami berharap keunggulan akan berbalik kepada PSIS," harapnya. "Kami tidak protes. Buktinya, kami mau main. Namun, jika PSSI nanti memutuskan PSPS yang menang 1-0, baru kami protes hasil itu. Sebab, PSPS-lah yang tidak mau melanjutkan pertandingan," imbuh pelatih Bambang Nurdiansyah. Tidak Puas Disinggung tentang keputusan wasit memberikan hadiah penalti, Bambang memandang hal itu sudah tepat. Pasalnya, pemain PSPS memang benar-benar hands ball. Hal itu diakui sendiri oleh Joao Bosco Cabral saat berbincang-bincang dengan para pemain PSIS di tengah lapangan ketika pertandingan dihentikan akibat kerusuhan. "Penalti itu tidak mengada-ada. Bosco memang hands ball. Wasit konsisten memberikan hadiah tendangan penalti, walau mendapat tekanan dari penonton," katanya. "Jika setiap wasit memberikan penalti diprotes, itu akan menjadi preseden buruk persepakbolaan Indonesia. Bisa-bisa tim-tim lain akan melakukan hal yang sama ketika wasit memberikan penalti,"imbuh mantan striker nasional itu yang mengakui anak-anak asuhannya bermain di bawah performa terbaik mereka. Manajer Tim PSPS M Satar Thaher menyatakan tidak puas dengan kepemimpinan wasit. Kepemimpinan wasit dinilai merugikan timnya. "Saya tidak puas. Saat lawan Persija Jakarta lalu, kami sudah dikerjai habis-habisan," tambahnya. Satar hanya mengaku pasrah dengan keputusan wasit dan pengawas pertandingan (PP) yang menghentikan pertandingan dengan kemenangan sementara untuk PSPS 1-0 dan menyerahkan hasil akhirnya ke PSSI.(H13-22) |