| Senin, 04 Juli 2005 | OLAHRAGA |
Oliveira Merasa Tak Pukul Lawan
JAYAPURA-Pemukulan pemain mewarnai kekalahan Persijap dari tuan rumah Persipura 0-3 di Stadion mandala Jayapura, kemarin. Terjadinya kericuhan membuat wasit Daryono mengeluarkan kartu merah untuk pemain Persipura Eduard Ivakdalam dan pemain Persijap Arilson de Oliveira. Keputusan wasit tersebut membuat marah Oliveira yang sama sekali tak merasa memukul satu pun pemain lawan. ''Mereka yang pukul, lihat ini pelipis saya bengkak,'' tuturnya, sambil menunjukkan pelipis kanannya yang memerah bengkak, juga lengan kanannya yang tergores setelah terkena cakaran tangan. Kejadian tersebut membuat manajemen Persijap bertekad melaporkannya ke PSSI. ''Ini sangat memalukan dan merugikan tim. Kami akan melaporkan ke PSSI soal pemukulan oleh dua pemain Persipura atas pemain kami,'' kata Sekretaris Tim Dharmadi menunjuk Eduard dan Boaz. Kekuatan Fisik Dalam pertandingan tersebut, kekuatan fisik sangat dominan. Pasukan Mutiara Hitam lebih menguasai jalannya pertandingan di babak pertama. Oliveira harus kerja ektra keras menahan laju winger asal Brasil David da Rocha, demikian halnya Maxi AP di kiri yang terus beradu cepat dengan Christian Worabay. Kekuatan lini tengah yang dikoordinir Ebanda Ebanda Timothee mendapat tekanan dari Eduard Ivakdalam yang bahu membahu dengan pemain depan asal Kamerun, Mabenga yang baru direkrut pada putaran kedua ini. Lapangan yang becek akibat guyuran air hujan membuat laju bola sulit diantisipasi. Praktis kedua tim bermain nyaris tanpa teknik. Tak hanya itu, masing-masing juga terlibat permainan keras. ''Tak ada teknik, ini keunikan tapi sangat kacau,''komentar pemain baru Persijap asal Thailand Phaitoon Thiabma yang masuk di babak kedua menggantikan Sonny Paparra. Kepemimpinan wasit menjadi sorotan pelatih Rudy William Keeltjes dan para pemain. ''Kami banyak dirugikan,'' kata Keeltjes.(H15-22) |