| Senin, 04 Juli 2005 | SEMARANG |
1.408 Ha Sawah Terancam Diserang WerengKENDAL - Sekitar 1.408 hektare tanaman padi di lima wilayah kecamatan Kabupaten Kendal terancam diserang hama wereng cokelat (nila parvata lugens). Meski belum merata, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan gagal panen. Lima kecamatan itu yakni Kaliwungu, Ngampel, Patean, Kendal Kota, dan Brangsong. Kondisi itu menyebabkan sejumlah petani di wilayah tersebut mulai resah. Sebab, serangan wereng cokelat relaif cepat menyebar dan berkembang biak. ''Kami cukup kesulitan untuk memberantas hama wereng. Selain lahan yang terserang cukup luas, juga ketersediaan obat hama atau pestisida terbatas,'' kata Samsuri (42), petani di wilayah Brangsong, kemarin. Petani lainnya mengungkapkan, serangan wereng cokelat mengakibatkan daun tanaman padi muda yang rata-rata berumur 10-35 hari terlihat layu. Bahkan, sebagian lainnya agak menguning. Pada tanaman padi muda, para petani berusaha melakukan tambal sulam padi. Sementara itu untuk mengantisipasi penyebaran wereng, petani menyemprot pestisida dan membakar tanaman yang diserang wereng cokelat. Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dipertan) Kendal Ir Asri Dwi Hartadi mengatakan, luas areal tanaman padi yang terancam terserang hama wereng mencapai 1.408 hektare. ''Serangan wereng terjadi pada areal pertanian di lima kecamatan. Jika tidak segera ditanggulangi, serangan tersebut akan makin meluas.'' Pestisida Terbatas Dia menjelaskan, indikasi adanya serangan wereng cokelat karena ditemukannya hama wereng pada areal persawahan tersebut. ''Keberadaan hama itu berjumlah sekitar 20 serumpun atau per 10 m2 areal sawah,'' kata Asri didampingi Koordinator Pengamat Hama dan Penyakit Dinas Pertanian Jateng, Jumono. Berdasarkan data Dipertan Kendal, luas serangan wereng di lima kecamatan itu meliputi Kecamatan Kaliwungu (47 ha), Patean (1.039 ha), Ngampel (228 ha), Kendal Kota (24 ha), dan Brangsong (70 ha). ''Di sisi lain, persediaan pestisida pada Dinas Pertanian saat ini sangat terbatas, dan hanya mampu menyemprot areal pertanian seluas 150 hektare.'' Pihaknya mengajukan bantuan pestisida produksi Jepang kepada Pemprov Jateng untuk mengantisipasi serangan yang lebih besar. ''Pengajuan bantuan pestisida akan digunakan untuk menyemprot 400 hektare lahan pertanian yang diserang wereng. Kekurangannya akan diajukan melalui APBD Perubahan.'' Dia menambahkan, pestisida di Dipertan Kendal saat ini merupakan penganggaran APBD tahun lalu. Sementara itu pada APBD 2005 ini, pengajuan pembelian pestisida untuk mengatasi hama wereng tidak ada. (G15-56d) |