logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

2.493 Siswa SMK dan SMA Tak Lulus

KEBUMEN- Sebanyak 2.493 siswa SMK dan SMA di Kabupaten Kebumen tidak lulus ujian nasional (UN) tahun ini. Namun, mereka masih bisa mengikuti UN tahap II pada Oktober mendatang.

Kepala Dinas P dan K Drs Airmas mengatakan, jumlah siswa SMA yang mengikuti UAN 3.265 orang. Mereka berasal dari jurusan IPA 1.348 anak dan IPS 1.917 anak. Adapun yang tidak lulus mencapai 689 anak atau 31,403%.

Untuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) yang mengikuti UN seluruhnya 8.603 anak, terbagi dalam beberapa program. Siswa yang tidak lulus UN 1.803 anak atau 22,25%.

Menurut Airmas, siswa SMP yang mengikuti UN 15.707 anak, tetapi yang tak lulus pada UN tahap I seluruhnya 3.088 siswa. ''Siswa yang tak lulus tetap diperbolehkan mengikuti seleksi penerimaan siswa baru,'' paparnya.

Namun, ujar dia, bagi siswa yang tidak lulus UN tahap I harus mengulangi mata pelajaran yang tidak lulus pada UN tahap II. Bila siswa bersangkutan gagal lagi, akan dikembalikan ke sekolah asal untuk mengulang kembali.

Airmas mengakui, kebanyakan para siswa yang tak lulus tersebut lantaran tidak siap menghadapi UN. Karena itu, pihaknya mengimbau siswa yang belum lulus tahap I agar giat belajar untuk mengikuti ujian tahap II, Oktober mendatang.

Lulus 100 Persen

Di sisi lain, Kepala SMK (STM) Negeri 1 Gombong H Mukim SPd MPd yang dihubungi kemarin mengatakan, dari 140 siswa peserta UN terdiri atas Program Keahlian Mesin Perkakas 70 siswa dan Program Keahlian Mekanik Mesin 70 siswa, semua lulus atau 100%.

Pihaknya mengaku lega, berdasar surat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah pada 7 Oktober lalu, sejak 2003/ 2004 SMK Negeri Gombong Kebumen ditetapkan sebagai SMK berpotensi untuk dikembangkan menjadi SMK berstandar nasional.

Menyinggung manajemen mutu sesuai dengan ISO 9001:200, SMK itu termasuk dari 20 SMK seluruh Indonesia yang ditetapkan berpotensi menerapkan sistem manajemen mutu (SMM ISO: 9001). Pada 23-24 Juni lalu diadakan pra-audit, dan 25-26 Juli akan diadakan audit sertifikasi oleh PT TUV International Indonesia.

Pada 2004/2005 atau tahun ketiga Uji Kompetensi ATMI, 30 siswa sekolah tersebut dilatih secara intensif, sehingga dapat lulus 21 siswa dan akan disalurkan ke industri Cikarang. ''Pada 2002 ada 10 anak tersalur, tahun berikutnya meningkat 12 anak,'' ungkapnya.(B3-55s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA