| Senin, 04 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Sekolah Sehat Kelompok IDT Se-Kabupaten Temanggung (1)SDN 1 Muncar Memiliki Kebun dan TernakRASANYA tidaklah berlebihan apabila SDN 1 Muncar, Kecamatan Gemawang ini, menjadi juara lomba sekolah sehat (LSS) kelompok desa tertinggal (IDT) se-Kabupaten Temanggung. Di lingkungan SD itu kebersihan sangat terjaga, hingga tak ada secuil pun sampah yang dibiarkan mengotorinya. Demikian pula lingkungan yang bersih tertata dan dipadu dengan keasrian pepohonan alami, mencerminkan kesehatan dan kenyamanan lingkungan sekolah tersebut. Letak SD itu memang cukup terpencil, jauh dari keramaian kota. Yakni di sebelah ujung utara wilayah Kabupaten Temanggung, kurang lebih 30 km dari Kota Temanggung. Untuk mencapai ke lokasi itu juga bukan hal yang mudah, karena harus melampaui jalan terjal dan mendaki. Jangan pula dibayangkan jalannya beraspal mulus, tetapi jalan batu yang mulai rusak dan terkadang becek. Tak mengherankan, jika hujan turun sepatu para siswa menjadi kotor oleh tanah liat basah yang melekat sepanjang perjalanan siswa menuju sekolah. Demi menjaga kebersihan ruang kelas, para siswa kemudian menanggalakan alas kaki (sepatu) di pintu masuk ruang kelas. ''Hal ini menjadi kebiasaan siswa setiap hujan turun ataupun jalan becek dan berlumpur,'' ujar Kepala Sekolah SDN 1 Muncar, Mugiran. Kondisi alam yang kurang menguntungkan itu tidak membuat mereka menyerah. Pada awalnya berbagai upaya untuk memajukkan sekolah tersebut terus dilakukan. Apalagi pada 2000 lalu, untuk kali pertama SD itu ditunjuk Dinas Pendidikan Kecamatan Gemawang untuk mengikuti LSS tingkat Kabupaten Temanggung. Pertanian Tak kurang mulai dari komite sekolah, tokoh masyarakat, karang taruna sampai wali murid dimintai masukan dan bantuannya. Pada awal keikutsertaannya pada LSS tahun 2000, SDN 1 Muncar dapat menggondol predikat sebagai juara harapan III tingkat Kabupaten Temanggung. Tak puas dengan prestasi tersebut, mereka berbenah dan memperbaiki diri. Dengan demikian pada lomba-lomba selanjutnya SD itu pun selalu menjadi langganan mewakili kecamatan, dan puncaknya pada tahun ini menyabet predikat sebagai juara umum. Saat ini sarana kebersihan di SD tersebut dapat dilihat. Pada setiap ruangan, mulai dari ruang kelas hingga ruang guru, disediakan tempat mencuci tangan beserta handuknya. Tak ketinggalan tempat sampah juga tersedia di tiap-tiap sudut ruangan. Sarana-sarana itu mungkin tak akan dijumpai di sekolahan-sekolahan lain yang berlokasi di desa. Sekolah yang total jumlah siswanya 204 orang tersebut, memiliki pula beberapa bidang lahan yang dipakai untuk kegiatan pertanian. Lahan itu antara lain ditanami sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman obat-obatan (jahe, kunyit, kencur, laos, dan lain-lain), dan tanaman perkebunan (kopi, singkong, vanili, mahoni, dan lain-lain). Di samping untuk pertanian, di SD tersebut juga dilaksanakan kegiatan peternakan dan perikanan. Untuk peternakan, mereka telah memiliki empat ekor kambing dan 15 ekor ayam kampung. Belum lagi peternakan lebah yang dikembangkan guna diambil madunya. Untuk kegiatan perikanan mereka memiliki sebuah kolam ikan besar berisi ratusan ikan. ''Adanya sarana pertanian dan peternakan itu sangat menunjang siswa untuk praktik, sehingga setelah lulus nanti mereka memiliki bekal dalam hal bertani dan beternak,'' ungkap Artono, salah sorang guru SDN 1 Muncar. Untuk mengurus pertanian dan peternakan itu, setiap hari dijadwal sekitar 7-8 siswa sebagai petugas piket. (Henry Sofyan-bersambung 55s) |