| Senin, 04 Juli 2005 | KEDU & DIY |
PTA ''Bajak'' Anak-anak GeniusYOGYAKARTA- Sumber daya manusia (SDM) Indonesia ternyata juga menjadi incaran pihak asing, selain sumber daya alamnya (SDA). Terbukti, perguruan tinggi asing setiap tahun ''membajak'' sekitar 300 anak pintar dan genius dari tanah air. Mereka memperoleh fasilitas sekolah gratis selama menempuh pendidikan di luar negeri. Konsekuensinya, tentu saja kelak mereka bekerja dan mengabdikan dirinya di tanah seberang. ''Perguruan tinggi asing itu melirik ketika kita menggelar olimpiade pendidikan, misalnya matematika, fisika,'' papar anggota Pembina Olimpiade Nasional, Widodo, kemarin. Dia membeberkan, setiap pelaksanaan olimpiade yang berskala nasional ataupun internasional, Perguruan Tinggi Asing (PTA) selalu datang dan berburu siswa berpotensi. Sebaliknya, hal itu nyaris tak pernah dilakukan PT dalam negeri, baik swasta maupun negeri. Menurut dia, perguruan tinggi dalam negeri baru memperhatikan hal tersebut sejak 2002. Namun tidak semua siswa yang berpotensi ditampung. Hanya sebagian kecil yang akhirnya diambil. Kondisi tersebut jelas merugikan Indonesia, karena bagaimana pun mereka adalah generasi berpotensi dan kelak tentu sangat bermanfaat bagi perkembangan serta pembangunan Indonesia. Widodo mengungkapkan, setiap ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diikuti 180 siswa berpotensi dari seluruh Indonesia, berbagai PTA terus mengamati dan memberikan tawaran kepada mereka yang dinilai berpotensi dan sangat layak untuk memperoleh pendidikan lebih baik.''Sayang, PT dalam negeri justru tidak pernah hadir dalam OSN untuk mencari bibit unggul.'' Selain melalui ajang olimpade, PTA juga aktif melihat serta memantau anak-anak berpotensi dari sekolah-sekolah secara langsung. Pencari bakat tersebut terjun langsung ke lapangan.(D19-55s) |