logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Penyelenggara Live 8

Sekarang Bidik KTT G8

LONDON/PHILADELPHIA - Setelah para penyanyi top mengguncang dunia lewat konser musik terbesar dalam sejarah, penyelenggara Live 8 kini menoleh ke KTT G8 (kelompok delapan negara kaya) untuk melihat apakah people power (kekuatan rakyat) dapat mengubah kebijakan G8 terhadap kemiskinan.

Miliaran orang menyaksikan secara langsung maupun tidak langsung - lewat televisi dan internet - aksi panggung para musisi pop dunia di empat benua, Sabtu lalu.

Live 8 digelar dalam upaya menekan para pemimpin G8 - AS, Kanada, Jepang, Rusia, Italia, Prancis, Jerman, dan Inggris - yang mengadakan KTT di Edinburgh (Skotlandia), Rabu lusa, guna secara resmi menghapus utang sejumlah negara miskin Afrika dan meningkatkan bantuan.

''Demi Tuhan, tanggapilah masalah ini dengan serius. Janganlah berperilaku biasa-biasa saja. Jangan mengupayakan kompromi. Bertindaklah dengan hebat,'' kata penyelenggara Live 8, dalam suatu pernyataan bersama beberapa saat setelah konser tersebut berakhir.

Rekor SMS

Lebih dari 26 juta orang di seluruh dunia mengirimkan SMS untuk mendukung misi Live 8. Konser tersebut diyakini yang terbesar penah diselengarakan di muka bumi.

''Pagelaran musik ini benar-benar dapat diterima sebagai suatu seruan politik terbesar agar kita segera beraksi mengatasai kemiskinan,'' ujar Ralph Simon, yang mengkoordinasi kampanye pesan teks, atau biasa dikenal dengan layanan pesan singkat (SMS) pada telepon genggam di Philadelphia, AS.

Menurutnya, rekor sebelumnya bagi pengiriman SMS terbanyak dalam satu hari untuk satu acara adalah kira-kira 5,8 juta pada acara ''American Idol''. ''Kami mendapat SMS mulai dari Albania hingga Zimbabwe,'' ujar Simon. Ditambahkan, saluran SMS itu akan dibuka sampai akhir bulan Juli.

Eropa Barat kemungkinan wilayah yang penduduknya paling banyak pengirim SMS, walaupun Simon mengaku tidak mendapat laporan mengenai jumlah pasti SMS dari negara-negara di kawasan tersebut.

''Ini menunjukkan bagaimana Anda dapat membuat suatu hal yang sangat menentukan dan mengesankan hanya dengan jempol Anda, sehingga berubah menjadi seruan untuk mengentaskan kemiskinan di seluruh dunia,'' tambahnya.

Penyanyi rock asal Irlandia, Bob Geldof, dan Bono dari kelompok musik U2 mengatur dan mempersiapkan konser itu, guna mendorong para pemimpin G8 agar mulai beraksi memberantas kemiskinan di muka bumi ini.

AOL.com, yang menyediakan layanan pemutaran video bagi konser-konser Live 8 di situs tersebut, juga mengklaim suatu rekor dunia. Dikatakan, lebih dari lima juta orang di seluruh dunia telah mengakses situs itu untuk menonton acara tersebut, sehingga membuatnya menjadi situs terbesar pernah diakses orang.

Media di Inggris memuji rocker Bob Geldof dan 170 penyanyi pop top yang tampil di konser Live 8. ''Hari yang indah'', judul HL halaman depan koran Independent edisi Minggu kemarin. ''Cukup keraskah untuk Anda?'' tanya Sunday Times.

Pada saat Live 8 digelar di empat benua, di Edinburgh puluhan ribu demonstran mengenakan pakaian putih berunjuk rasa. Mereka menjadi bagian dari kampanye Biarkan Kemiskinan Menjadi Sejarah.(rtr-ed-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA