logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 04 Juli 2005 EKONOMI
Line

Pemerintah Sulit Kendalikan Harga Beras

KARANGANYAR-Pemerintah sulit mengendalikan harga beras mengingat naik turunnya harga yang sekarang ini terjadi di beberapa daerah ditentukan oleh mekanisme pasar.

Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan Jateng Christina SA mengatakan hal itu usai menjadi pembicara pada rapat koordinasi (rakor) ketahanan pangan di pendopo rumah dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (2/7).

''Kalau permintaan masyarakat di pasaran itu meningkat, otomatis harga beras akan naik. Hingga saat ini permintaan beras di pasaran, terutama di Jateng masih stabil, belum ada lonjakan yang begitu besar. Sehingga belum ada kelangkaan beras, semuanya masih bisa diatasi,'' katanya.

Dia menambahkan, jika harga beras di pasaran naik, di satu sisi sudah pasti menguntungkan para petani pemilik sawah. Sebab hal itu akan menaikkan pendapatan mereka. Namun di sisi lain akan memberatkan masyarakat yang mengonsumsinya.

''Untuk menstabilkan harga beras di pasaran, pemerintah melalui Dolog akan membeli beras milik para petani. Sehingga harga tetap stabil, pada musim panen harga beras tidak anjlok dan pada musim tanam harga tidak melambung,'' ungkapnya.

Dipastikan, hingga akhir 2005 yang akan datang stok beras di Jateng masih tetap akan tersedia, bahkan mengalami surplus. Daerah yang kekurangan beras, tambah Christina, masih bisa dipasok dari daerah lain yang mengalami surplus.

''Kami akan melakukan bedah pasar. Sebab kami menerima informasi bahwa beras hasil produksi Jateng banyak yang dibawa pedagang keluar pulau, seperti Kalimantan dan Sulawesi yang tidak banyak tanaman padinya, tapi kebutuhan beras cukup tinggi,'' tandasnya. (G8-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA