SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Sabtu, 02 Juli 2005

JAKARTA-Sanyo Electric akan segera menutup pabriknya di beberapa negara, termasuk Indonesia. Penutupan itu merupakan bagian dari rencana Sanyo untuk memangkas 10 ribu atau sekitar sepersepuluh karyawannya di seluruh dunia dalam beberapa tahun mendatang.

SEMARANG- Maraknya banting-bantingan harga dalam lelang proyek konstruksi makin dikhawatirkan. Saat ini, banyak penawaran proyek yang berani mematok 60-70 persen dari total pagu. Bila tawaran itu direalisasi, kualitas proyek yang dibangun dikhawatirkan tidak akan maksimal.

SEMARANG- Keberadaan Junior Chamber International (JCI) Semarang diharapkan mampu menjembatani pengembangan kewirausahaan dan membuka peluang kerja sama dengan investor luar negeri. JCI merupakan jaringan pengusaha muda dan para profesional internasional.

SEMARANG- Bank BNI berencana menyelesaikan merger hingga tahap final dengan sebuah bank besar yang masih dirahasiakan namanya. Langkah yang segera direalisasi setelah pengumuman kriteria bank jangkar oleh Bank Indonesia (BI) itu tinggal menunggu persetujuan pemerintah.

JAKARTA-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (1/7) naik 16,612 poin pada level 1.138,988. Kenaikan indeks seiring memudarnya dampak pengumuman Federal Reserve yang dinilai tidak mengejutkan pasar.

SOLO- Kelemahan para pengusaha UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) selama ini karena produk mereka cenderung kurang memenuhi syarat untuk kualitas kontrolnya. Selain itu, akses pemasaran juga lemah.

SEMARANG- Polytron terus mengembangkan teknologi produknya. Bahkan kini sudah mampu membuat kulkas Grasso, yang ramah lingkungan. Dengan pendingin R 600A (Isobutane), kulkas ini mampu mencegah terjadinya pemanasan bumi, karena bahan dasar pendingin itu hydro carbon (minyak bumi).

JAKARTA-Rupiah kian loyo. Pada Jumat (1/7), rupiah ditutup kembali melemah 15 poin ke level Rp 9.775 per dolar AS. Sinyal Bank Sentral AS yang akan kembali menaikkan suku bunganya terus menekan rupiah dan sejumlah mata uang regional lainnya.

SEMARANG-Perusahaan operator seluler, PT Mobile 8 Telecom dengan produknya Fren, terus berusaha memperbaiki produknya yang berteknologi CDMA. "Komunikasi bisnis membutuhkan kualitas dan efisiensi. Untuk itu, kami memberlakukan tarif hemat dan menyediakan jangkauan jaringan dengan cakupan luas serta kualitas suara dan data. Fren menawarkan solusi hemat untuk komunikasi keluarga dan rekan-rekan dalam maupun luar kota lewat tarif hemat,"

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA