| Sabtu, 02 Juli 2005 | SALA |
Renovasi Masjid Agung Belum DitenderkanBALAI KOTA - Kendati telah memasuki semester kedua tahun anggaran, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) baru mulai melelang 27 paket proyek pembangunan yang dianggarkan dalam APBD 2005 sebesar Rp 13 miliar. Dari 27 paket tersebut, hanya proyek renovasi Masjid Agung Keraton Surakarta yang -dibiayai APBD Kota Surakarta dan APBD Pemprov Jateng sebesar Rp 3 miliar- belum dimulai lelang tendernya. Pasalnya, Pemkot masih menunggu petunjuk pelaksanaan pelelangan dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) dan Lembaga Penilaian Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD) Provinsi Jateng. "Setelah kami rapat kembali, lelang untuk proyek renovasi Masjid Agung baru akan dimulai minggu depan. Adapun 26 proyek lainnya sudah berjalan, dan jumlah pendaftarnya cukup banyak," papar Kepala DPU, Ir Tjeng Haedar MSi, kepada wartawan, kemarin. Tjeng menuturkan, untuk pengadaan jasa pemborongnya, DPU diimbau oleh Penjabat Wali Kota, Drs Anwar Cholil, untuk mengikuti ketentuan yang berlaku, yakni Keppres 80/2003 dan Keppres 61/2005. Dalam ketentuan itu disebutkan, mekanisme penunjukan langsung hanya untuk proyek yang pagunya di bawah Rp 50 juta. Adapun yang pagunya antara Rp 50-100 juta, menggunakan pemilihan langsung, dan di atas itu lelang terbuka. Dengan demikian, dari 27 paket proyek tersebut, sebanyak 13 paket pemilihan jasa konstruksinya menggunakan metode pelelangan umum, 12 proyek menggunakan pemilihan langsung, dan dua di sisanya dengan mertode penunjukan. Adapun jika dikelompokkan berdasarkan pembagian bidang kerja DPU, 27 proyek tersebut dikelompokkan menjadi tiga. Pertama, paket proyek yang menjadi tanggung jawab Subdinas Bina Marga, yang terdiri atas enam paket dengan biaya sebesar Rp 3,9 miliar. Proyek itu meliputi pengerjaan fisik dari hasil usulan Musyawarah Kota Membangun (Muskotbang) 2004. Selanjutnya, yakni Subdinas Cipta Karya yang meliputi rehabilitasi kantor kelurahan dan rumah dinas di 10 wilayah kelurahan, dan lima proyek lainnya seperti lanjutan revitalisasi Alun-alun Lor Keraton Surakarta, pemeliharaan rumah boro, serta beberapa paket lainnya. Untuk proyek tersebut, dibiayai sebesar Rp 3,94 miliar. Yang terakhir, yakni yang menjadi tanggung jawab Subdinas Drainase, di antaranya perbaikan sebagian talud Kali Gajahputih yang dianggarkan sebesar Rp 550 juta, perbaikan saluran di Jalan Ir utami sebesar Rp 297 juta, serta perbaikan talud Kali Jenes yang dialokasikan Rp 147 juta. Proyek lainnya, yakni pembangunan penahan talud di Puskesmas Banyuanyar yang diangarkan sebesar Rp 350 juta. Untuk enam proyek yang masuk Subdinas Drainase tersebut, DPU mengalokasikan dana sebesar Rp 1,53 miliar. (G18-36a) |