| Sabtu, 02 Juli 2005 | SALA |
Warga Tolak Pasar Darurat di Lapangan
NUSUKAN - Warga di sekitar Lapangan Prawit Nusukan menolak rencana penggunaan lapangan itu untuk pasar darurat Pasar Nusukan, karena khawatir mengganggu ketenteraman. Mereka menggalang tanda tangan penolakan di Lapangan Prawit, yang berada di wilayah RT 01/RW II Kelurahan Nusukan, siang kemarin. "Kami menolak rencana itu, karena sampah yang dihasilkan kegiatan pasar jelas mengganggu kesehatan penduduk. Kegiatan bongkar-muat barang dagangan yang tak jelas waktunya, juga mengganggu ketenangan," tutur Sutiman, Ketua RT 01/RW II Kelurahan Nusukan. Kepala Sekolah SDN Nusukan Barat, Sulistyaningsih, menambahkan, pasar darurat itu dipastikan juga bakal mengganggu kegiatan belajar-mengajar beberapa sekolah di sekitar lapangan. Selama ini, 15 sekolah juga memanfaatkan lapangan itu untuk olahraga. Lima belas sekolah tersebut, terdiri atas 10 SD, sebuah MAN, dan empat TK. Di antaranya SD Nusukan Barat, SDN Prawit 1, SDN Prawit 2, SD Nusukan 44, SD Tegal Mulyo, SD Muhammadiyah 3, TK Aisyiyah 1, TK Aisyiyah II, dan TK Aisyiyah III. "Kami sangat keberatan terhadap rencana alih fungsi lapangan itu, karena selama ini banyak sekolah yang menggunakan lapangan tersebut untuk pelajaran olahraga. Kalau untuk pasar, maka kami harus pindah ke mana, sedangkan halaman sekolah terlalu sempit?" ujarnya. Lagi pula, pengalihfungsian lapangan menjadi pasar darurat diperkirakan berlangsung dalam waktu cukup lama. Belum tentu setahun pembangunan Pasar Nusukan selesai. H Suharno, tokoh masyarakat, menyebutkan perubahan fungsi lapangan akan berdampak kepada kehilangan kesempatan berolahraga serta menggangu kekhusyukan warga dalam beribadah, mengingat di sekitar lapangan ada masjid dan gereja. Ia menyarankan kegiatan para pedagang dipindahkan ke lokasi lain, selama Pasar Nusukan dalam proses pembangunan. "Ada beberapa lokasi lain sebagai alternatif pasar darurat. Misalnya di sebelah utara Kali Anyar, ada sebidang lahan cukup luas milik Luwes Group yang tidak dimanfaatkan. Kami rasa, itu cukup untuk menampung para pedagang selama masa pembangunan pasar," jelasnya. Alternatif Warga RT 01/RW II, Eko Sriyanto Sapto Wijaya, mengusulkan lahan kosong di depan kampus Unisri yang pernah digunakan untuk lapangan tembak sebagai alternatif lokasi pasar darurat. "Atau akan lebih efektif lagi kalau pembangunan kembali Pasar Nusukan tidak perlu memindahkan aktivitas pasar. Contohnya di Pasar Sunggingan Boyolali, atau model pembangunan pasar di Jakarta yang pasar daruratnya tetap di lokasi semula. Jadi, selama pasar dibangun, separo digunakan untuk aktivitas pedagang," ungkapnya. Saat menggalang tanda tangan penolakan lapangan untuk pasar darurat, warga membawa kertas-kertas berisi tulisan, antara lain "Bangun Pasar Yo, Tapi Jangan di Lapangan Prawit", "Kami Main Bola di Mana Pak?", dan "Tolak Pasar Darurat di Lapangan Prawit". Sementara itu Kepala Subdinas Kebersihan dan Pemeliharaan Pasar Dina Pengelolaan Pasar (DPP), Ir Yob S Nugroho, mengemukakan, sejauh ini Pemkot baru kulo nuwun (minta izin-Red) kepada warga, yang dilakukan beberapa waktu lalu dan belum sampai tahap sosialisasi. Pihaknya memahami, jika muncul penolakan dari warga. Namun sebenarnya, Pemkot berencana memaparkan secara detail tentang rencana relokasi pedagang Pasar Nusukan ke penampungan darurat di Lapangan Prawit. Dalam sosialisasi nanti, lanjut dia, akan dijelaskan beberapa persoalan yang dipermasalahkan oleh warga. Di antaranya, kekhawatiran tentang sampah serta siswa beberapa sekolah tak lagi bisa menggunakan lapangan. "Gambaran kami, tidak seluruh lapangan untuk pasar darurat, sehingga sebagian yang lain tetap bisa dimanfaatkan oleh warga dan sekolah di sekitarnya. Memang ada beberapa alternatif lokasi yang bisa digunakan pedagang, tetapi yang paling representatif adalah Lapangan Prawit," tegasnya. Menurut Yob, lapangan tersebut bakal digunakan selama delapan sampai sepuluh bulan saja. Pemkot juga mengakomodasi beberapa usulan warga, contohnya ada jaminan kebersihan, ketertiban, serta keamanan selama pasar darurat berdiri. "Kemudian, kondisi lapangan pascapasar darurat akan menjadi lebih baik," tambahnya. (G13,G18-27a) |