logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juli 2005 PANTURA
Line

Rayakan Kelulusan Dorong Gerobak 12 Km

  • Minta Tanda Tangan Dandim

KAMIS siang (30/6) merupakan saat-saat penting bagi siswa setingkat SMP dan SMA. Sebab, pada saat itu mereka akan melihat hasil kerja kerasnya selama tiga tahun dalam menuntut ilmu di sekolahnya, apakah lulus ujian atau tidak. Karena itu, tidak mengherankan ketika menjelang pengumuman kelulusan, sejak pagi mereka sudah berkumpul di sekolah masing-masing.

Seperti yang terlihat di Madrasah Aliyah (MA) Asyyafi'iyah Jatibarang, Kabupaten Brebes. Tanpa ada yang mengomando, pagi itu mereka sudah berada di halaman sekolah. Dengan perasaan berdebar-debar, puluhan siswa itu menanti hasil pengumuman sambil bercanda dengan teman-temannya. Puncaknya, ketika hasil ujian diumumkan, mereka bersorak gembira karena siswa yang telah menempuh ujian di sekolah itu dinyatakan lulus 100%.

Mendengar hal itu, para siswa secara spontan langsung berangkulan dengan rekan lainnya. Aksi corat-coret dengan menorehkan tanda tangan di baju temannya pun langsung dimulai. Selanjutnya, para siswa itu menaiki kendaraan masing-masing dan melakukan konvoi.

Namun demikian, tidak semua siswa MA Assyafi'iyah yang lulus itu merayakan kelulusan dengan berkonvoi. Seperti yang dilakukan Fauzi Taufik, Sarif Abdul, Ahmad, dan Nur. Empat anak ini merayakan kelulusan dengan berlari sambil mendorong gerobak lebih kurang 12 kilometer. Dari sekolah itu mereka terus mendorong gerobak melewati jalan raya Jatibarang menuju Pendapa Kabupaaten Brebes sambil membawa bendera merah putih dan pengeras suara.

Secara bergantian mereka mendorong gerobak sambil bernyanyi, kadang-kadang jika merasa kelelahan, mereka berjalan kaki. Aksi yang dilakukan empat siswa itu ternyata mengundang simpati pengguna jalan lainnya yang berpapasan dengan mereka. Hal itu terlihat ketika mereka diberi uang Rp 5.000 oleh pengguna jalan.

Tanda Tangan Dandim

Sementara itu, ketika perjalanan melewati Kodim 0713 Brebes, para pelajar tersebut menyempatkan mampir ke kantor itu. Sambil terus mendorong gerobak, keempat siswa tersebut selanjutnya memasuki halaman Kodim dan bertemu dengan Komandan Kodim 0713 Letkol Inf F Aritonang. Kedatangan mereka disambut baik oleh Dandim yang selanjutnya membubuhkan tanda tangan pada seragam sekolah empat pelajar tersebut.

Setelah mengunjungi Dandim, mereka melanjutkan perjalanannya ke pendapa Kabupaten Brebes. Namun ketika berada di tempat itu, kekecewaan terlihat dari raut wajah mereka. Pasalnya, mereka tidak bisa bertemu dengan Bupati Brebes karena menurut keterangan salah satu anggota Satpol PP, Bupati sedang istirahat.

Sementara itu, ketika ditanya Suara Merdeka mengenai aksi mendorong gerobak itu, Fauzi mengatakan, hal itu dilakukan sebagai rasa syukur karena semua siswa MA Assyafi'iyah Jatibarang lulus seratus persen.

Ketika ditanya kenapa hanya meminta tanda tangan Dandim dan Bupati saja, bukan kepada pejabat lainnya, mereka mengatakan, selama ini TNI sangat membantu keamanan di Kabupaten Brebes sehingga mereka sangat menghormatinya.

''Adapun tujuan meminta tanda tangan Bupati itu karena kami merasa bangga mempunyai Bupati yang telah membantu dalam hal pendidikan,'' ujar dia. (Moch Achid Nugroho-17n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA