logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juli 2005 PANTURA
Line

Komisi B Akan Panggil Kepala Sekolah

  • Terkait Kemerosotan Kelulusan

BATANG - Komisi B DPRD Batang memprihatinkan hasil kelulusan siswa SLTP dan SLTA yang mengalami kemerosotan.

Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat mereka akan mengadakan rapat kerja dengan kepala sekolah dan Dinas Pendidikan.

''Kami prihatin ternyata hasil ujian SLTP dan SLTA di Batang merosot. Untuk itu, kami akan mengundang para kepala sekolah dan instansi terkait, mengapa bisa menurun,'' ujar Ketua Komisi B, Slamet Masykuri.

Selanjutnya, dia berharap sekolah mempersiapkan strategi untuk menghadapi ujian tahap kedua.

''Karena ada ujian susulan, Komisi B mengharapkan agar kepala sekolah benar-benar serius meningkatkan kelulusan. Harapan kami, bisa sukses syukur-syukur lulus 100%,'' ungkap anggota FKB itu.

Yuswanto BA menuturkan, hasil pemantauan menunjukkan, ujian tahap pertama rata-rata mengalami kemerosotan. Karena itu, hendaknya ada evaluasi yang mendalam terhadap tiap-tiap sekolah.

''Salah satu upaya adalah pemberdayaan kegiatan pembelajaran, misalnya dengan menambah latihan soal. Berdasarkan pemantauan kami, dengan kenaikan standar nilai kelulusan SLTA dari 4,01 menjadi 4,26 sangat berat,'' papar Ketua DPD PAN itu.

Kepada para orang tua, dia minta agar lebih memperhatikan putra-putrinya. Terutama dalam memotivasi belajar sehingga anak akan serius dalam mempelajari bahan ujian susulan.

Sementara itu, di SMA Negeri 1 ada siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri ternyata tidak lulus. Siswa itu telah diterima di Fakultas Sastra UGM.

Di sekolah itu, jumlah yang mengikuti ujian 266 anak yang tidak lulus 10 siswa. Tingkat kelulusan 96,38% dan itu merupakan persentasi tertinggi dibandingkan dengan empat sekolah negeri lainnya.

Kasubdin SLTP/SLTA Dinas Pendidikan Drs Paham Suhardi menuturkan, ada siswa di SMA Negeri 1 yang sudah diterima di UGM tapi tidak lulus.

''Mudah-mudahan dalam tahap dua nanti, dia berhasil karena di sekolah itu yang tidak lulus paling sedikit jika dibandingkan sekolah negeri lain.''

Sementara itu, SMA Negeri 1 Bawang yang paling banyak jumlah siswanya yang tidak lulus. Ada 80 siswa atau 50,62% yang lulus. Sementara itu, SMA swasta banyak yang jeblok karena kelulusannya di bawah 50%.

Secara keseluruhan, di SMA jumlah peserta 1.588 siswa, lulus 947 dan tidak lulus 639, sehingga tingkat lulusan 59,71%. Untuk SMP, jumlah peserta 6.598 siswa, yang lulus 5.133 dan tidak lulus 1.465, dengan demikian tingkat 76,81%.

Yang paling jatuh di SMP Terbuka, jumlah peserta 194 siswa yang lulus hanya 16, sehingga tingkat kelulusannya hanya 8,25%.

Kesibukan di sekolah-sekolah sekarang ini adalah menerbitkan surat keterangan hasil ujian (SKHU) termasuk melegalisasi fotokopi. SKHU merupaka persyaratan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau melamar pekerjaan.

''Itu berlaku juga bagi mereka yang pada tahap pertama ini dinyatakan tidak lulus. Namun, bila pada ujian tahap kedua ternyata tidak lulus juga maka dia harus tetap tinggal di kelas III,'' ujar Paham Suhardi.

Dia mengemukakan, sebenarnya berbagai upaya telah pihaknya lakukan dalam rangka meningkatkan kelulusan, baik melalui pembinaan siswa dalam bidang akademis maupun mengadakan berbagai lomba.(ar-52j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA