| Sabtu, 02 Juli 2005 | PANTURA |
Tiga Kecamatan Endemis Malaria Terus DipantauKAJEN - Tiga kecamatan di Kabupaten Pekalongan yang tergolong endemis malaria terus dipantau oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Sedikitnya 45 Juru Malaria Desa (JMD) diterjunkan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut. Tiga kecamatan yang digolongkan sebagai endemis malaria adalah Kandangserang, Paninggaran, dan Lebakbarang. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menyebutkan bahwa tahun ini sampai bulan Juni, sudah ada 26 kasus malaria yang terjadi di beberapa daerah, yaitu Kandangserang (12), Paninggaran (6), Lebakbarang (6), Doro (1), dan Wiradesa (1). "Tidak ada penderita yang meninggal dan semuanya sudah diobati," ujar Kepala Bidang Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, dr Hasyim Purwadi MKes. Ditemui di ruang kerjanya kemarin, Hasyim menandaskan bahwa meski ada 26 kasus, kasus malaria di Kabupaten Pekalongan justru mengalami tren penurunan. Hal itu bisa dilihat dari angka kesakitan malaria per tahun yang hanya 0,03 mil (per seribu penduduk-Red). Tahun sebelumnya angkanya mencapai 0,38 mil. "Tahun lalu jumlah penderita malaria mencapai 369 orang," tandas Hasyim. Kasus malaria harus ditangani dengan cepat, jika tidak bisa berbahaya. Untuk itu, Kandangserang, Lebakbarang, dan Paninggaran tetap harus dipantau dan telah dilakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi penyebarannya. Penyuluhan Dinas Kesehatan sudah menurunkan sedikitnya 45 JMD di tiga daerah endemis tersebut. Mereka bertugas untuk terus berpatroli memantau kondisi masyarakat dan mencari jika ada tanda-tanda kasus malaria. "Begitu ada yang demam, JMD langsung mengambil darah untuk diperiksa. Jika positif malaria, akan secepatnya diobati," tutur Hasyim. Selain pengobatan dan menerjunkan JMD, Dinas Kesehatan juga melakukan penyuluhan ke berbagai daerah dan melakukan penyemprotan ke daerah endemis. Kami mengimbau agar masyarakat segera melapor ke puskesmas jika ada yang diduga menderita penyakit malaria," pinta Hasyim. Selain itu, Hasyim juga minta agar masyarakat melaporkan jika ada warga dari luar Jawa, khususnya daerah endemis malaria yang menginap. Pasalnya, satu kasus malaria di Wiradesa ternyata adalah impor dari luar Jawa melalui nelayan yang kebetulan melaut ke daerah endemis malaria. (G16-37h) |