logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juli 2005 PANTURA
Line

Ribuan Guru Akan Digembleng

  • Akibat Banyak Siswa Tak Lulus

SLAWI - Jumlah ketidaklulusan siswa SLTP dan SLTA di Kabupaten Tegal yang mencapai 4.740 orang membuat Dinas P dan K berintrospeksi. Dalam waktu dekat, dinas tersebut segera menggembleng ribuan guru mata pelajaran.

Langkah tersebut, menurut penilaian Kepala Dinas P dan K Drs Sartono MM, sangat tepat karena dengan menggembleng para guru yang mengajar salah satu mata pelajaran, diharapkan akan menambah ilmu dan pengetahuan yang bakal diberikan ke anak didiknya.

"Kami akan ajukan anggaran dalam perubahan APBD 2005 dan pada RAPBD 2006 mendatang," ungkap dia saat mengomentari tingginya angka ketidaklulusan di daerahnya dalam Ujian Nasional (UN) 2004-2005.

Menurut keterangan dia, program penggemblengan guru didahulukan karena mereka menjadi kunci keberhasilan menekan angka ketidaklulusan dalam menghadapi UN. "Sebelum siswanya digembleng lewat les tambahan atau program pengayaan, gurunya kami gembleng dulu."

Program pengayaan, lanjut dia, adalah pemberian pengetahuan tambahan terhadap pelajar yang dilakukan di luar jam pelajaran. Selama ini program tersebut telah dilakukan.

Karena tingkat kesulitan mata pelajaran yang diujikan cukup tinggi, banyak pelajar yang tidak mampu mengerjakan. Akibatnya, angka ketidaklulusan relatif besar.

Kerja Sama

Soal kebijakan penggemblengan terhadap guru mata pelajaran, pihaknya merencanakan bekerja sama dengan semacam lembaga bimbingan belajar yang cukup kredibel. Siapa saja lembaga bimbingan belajar yang bakal digandeng, instansinya kini tengah mengkajinya.

Sementara itu, ribuan siswa yang dinyatakan tidak lulus masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian tahap kedua. Untuk SLTA (SMA, SMK, dan MA) ujian tahap kedua akan dilakukan pada 22-24 Agustus. Sementara itu, SLTP (SMP, MTs dan SMP Terbuka) akan digelar pada 29-31 Agustus.

Ketua Komisi D Drs Muslikh sangat setuju dengan kebijakan cepat yang diambil Dinas P dan K yang akan menggembleng ribuan guru mata pelajaran.

Bahkan, bukan sekadar setuju atas rencana kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar, komisinya akan mendukung jika dinas terkait itu mendatangkan tutor yang bermutu dan diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru dalam menghadapi soal UN mendatang.

"Memang semua harus berintrospeksi dan langkah Dinas P dan K tepat," tegasnya.(D12-19j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA