| Sabtu, 02 Juli 2005 | WACANA |
Surat PembacaPariwisata CilacapMeski berbagai potensi wisata Cilacap belum tergarap, Pemkab berusaha agar pengelolaan Nusakambangan bisa ditangani. Apalagi potensi alam Nusakambangan yang begitu asri, sementara statusnya masih di bawah kuasai Dep Hukum dan HAM. Kedua lembaga tersebut masih alot dalam masalah kontribusi seandainya benar-benar Pemkab memilih hak pengelolaannya. Sungguh ironis sudah lama disinggung, tetapi Cilacap sendiri belum memiliki Rencana Tata Umum Ruang (RUTR). Dengan kondisi saat ini saja wisata Pancimas (Pangandaran, Cilacap, Banyumas) masih banyak kendala terkait soal konsep, teritorial dan sumber daya alam yang masih harus dikaji. Ini tak terlepas dari usaha menggeliatkan kembali pariwisata Cilacap guna meningkatkan PAD. Perlu didiskusikan seandai hak kepemilikan pengelolaan di pihak Pemkab Cilacap yaitu pemanfaatan pariwisata di Nusakambangan. Sebab pemerintah masih membutuhkan tempat bagi pembinaan napi. Intinya tidak disalahgunakan segelintir orang dan yang punya modal. Nusakambangan kaya konservasi sumber daya hutan, terdiri dari ekologi hutan, pengelolaan daerah aliran sungai, pengelolaan margasatwa dan pariwisata alam. Hal ini bukti konkret dan karena itu usulan pengelolaan Nusakambangan harus disertai kajian matang. Jangan sampai merusak draf dan perlu melibatkan para ahli serta dukungan berbagai pihak. Anifudin Jl Sudirman 2 Cimanggu, Cilacap *** Bekerja Profesional Saya mengajukan migrasi dari kartu simpati ke Halo Corporate lewat kantor. Grapari Telkomsel Yogyakarta memproses dan saya terima sim card dengan nomer lama. Tetapi selama satu minggu lebih belum bisa aktif. Saat saya tanya, dijawab harus ganti nomer dengan alasan sim card lama tidak sampai. Karena perlu untuk komunikasi, saya menurut. Juga ditawari pakai mbca tidak, saya jawab pakai. Namun setelah sim card jadi tidak ada fasilitas itu dan harus ganti sim card di gerai halo. Di permohonan saya mengajukan bebas abonemen tapi di tagihan bulan pertama dikenakan bebas sms dengan abonemen Rp 45.000. Saat saya tanya, petugas menjawab data permohonan bebas abonemen tidak ada hingga langsung dieksekusi bebas sms dan nanti pada bulan ketiga baru bisa bebas abonemen. Pada tagihan bulan kedua dikenakan abonemen Rp 25.000 dengan nama Tony, ejaan masih salah. Pada tagihan bulan ketiga yang seharusnya sudah bebas abonemen saya masih dikenakan abonemen Rp 45.000 dengan nama depan Tono. Saya kecewa dan dirugikan atas pemrosesan kartu halo, sebab harus ganti nomer dan dikenakan abonemen yang tidak sesuai permohonan. Saya berharap di usia ke-10 tahun karyawan Telkomsel lebih profesional. Tonny Joko Partono Kebondalem II/808, Magelang *** Layanan RS Palang Biru Saya Wiloso pensiunan PNS umur 72 tahun. Pada 13 s.d 15 Mei 2005 tidak bisa buang air kecil sampai 3 hari hingga dibawa ke RS Palang Biru Gombong. Saya dipompa pakai kateter dan dalam waktu 5 menit keluar air seni 1,3 liter dan harus rawat inap. Setelah dirontgen ternyata ada daging tumbuh di prostat dan harus dioperasi. Saya dioperasi dokter Agus Mulyadi SpBD dan diberitahu ada prostat sebesar telur ayam menutup kantong kemih. Setelah 9 hari saya boleh pulang. Tetapi pada kontrol kedua saya harus dikateter lagi karena air seni belum lancar dan ada gumpalan membeku yang keluar. Sekarang saya berangsur sembuh dan lancar. Terima kasih para dokter dan perawat yang menangani dengan baik dan sabar. Juga ada keringanan biaya karena mendapat bantuan Askes. Wiloso Hs Sruweng 22 Rt 2/Rw 1, Kebumen *** Seronok Arti kata seronok saat ini sudah sangat jauh disimpangkan. Saya "berani bertaruh" banyak orang yang tidak berani rnengucapkan kalimat ini: "Sejak menjadi wakil bupati, Ibu Qomariah pakaiannya selalu dan sangat seronok". Mengapa tidak berani menggunakan kata seronok? Kata seronok selama ini diartikan salah. Banyak orang menganggap, seronok artinya sesuatu yang tidak pantas, tidak patut atau tidak sopan, tidak menentu atau tidak manis dipandang. Nah, agar tidak penasaran tentang arti kata seronok, marilah buka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). (Balai Pustaka:2001 hal 1051) Menurut KBBI, kata seronok mempunyai arti menyenangkan hati atau sedap didengar (dilihat). Jadi yang saya sebut atas, kalimat yang cukup bagus. Artinya, "sejak menjadi wakil bupati, Ibu Qomariah selalu menggunakan pakaian yang sedap dilihat, pakaian yang menyenangkan hati". Silakan adik-adik rnencoba membuat kalimat dengan kata seronok . Anasrullah SMA N 1 Kajen, Pekalongan *** Monopoli Kain Korpri Saya mohon Bpk Gubernur/bupati beserta anggota DPRD menolak monopoli kain seragam Korpri. Berita Suara Merdeka 17 Juni 2005 berjudul: "Kain palsu Korpri beredar di pasaran", dapat disimpulkan monopoli tersebut menyebabkan harga kain menjadi tinggi sehingga memberatkan anggota. Dengan mekanisme pasar bebas, kain itu dapat dibeli dengan harga murah. Berbekal surat sakti, para pengusaha mendatangi instalasi pemerintah agar membeli kain dari mereka. Bisa dibayangkan dalam waktu yang tidak lama, berapa miliar rupiah keuntungan yang mereka dapatkan dengan sistim monopoli. Alangkah baiknya bila dikembalikan ke mekanisme pasar bebas. Di samping itu monopoli dapat berindikasi KKN antara petinggi Korpri dengan pengusaha. Seharusnya DPRD lebih peka dan memberi respon penolakan monopoli tersebut. Soekamto Sawah Besar Rt 6/Rw 7, Semarang *** Terima Kasih PT Sharp Yasonta Antar Nusa Sebagai konsumen saya tersanjung setelah mendapat penjelasan dari Ibu Maya dari PT Sharp Yasonta Antar Nusa Jakarta yang datang ke rumah. Saya terima kasih atas perhatian perusahaan kepada konsumen, mengenai perawatan frezeer saya yang diperbaiki perusahaan melalui service keliling. Begitu juga pemberian saran yang berhubungan dengan kerusakan, konsumen agar menghubungi PT Sharp atau ke Sharp Service. Terus terang saya hampir marah dan akan mengajukan komplain karena keterlambatan pengantaran frezeer setelah diperbaiki. Hal ini karena batas waktu yang disepakati tidak kunjung datang. Tetapi setelah lebih satu hari dari kesepakatan akhirnya frezeer diantar ke rumah hingga saya tidak jadi komplain. Harapan saya semoga perusahaan dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen yang lain. Setelah saya kirim surat tersebut, 20 Juni 2005 Bpk Ismanto/Bpk Agung datang menjelaskan berbagai permasalahan yang ada. Perhatiannya besar termasuk memberi kenang-kenangan kaos dan dua buku saku. Mohon maaf dan tulisan saya yang dimuat 22 Juni 2005 saya nyatakan dicabut. Saswito Magersari Rt 2/Rw 9 Pamotan, Rembang |