| Sabtu, 02 Juli 2005 | NASIONAL |
Pegawai PT Pos Berunjuk RasaMereka Minta Jajaran Direksi DigantiBANDUNG - Ratuan pegawai PT Pos yang kantor pusat di Jalan Banda, Bandung yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI) berunjuk rasa pada Jumat sore. Aksi tersebut berkaitan dengan keinginan mereka untuk mengganti jajaran direksi, meski RUPS baru saja diselesaikan 29 Juni lalu. Mereka memberikan batas waktu sampai Senin (4/7) kepada pihak terkait terutama Dewan Komisaris dan Menteri BUMN agar segera mengambil langkah yang diperlukan berkaitan dengan tuntutan tersebut. Sebab, SPPI berencana akan mengerahkan massa yang lebih besar pada Rabu (6/7) di Jakarta. Dikerahkan Mereka merencanakan datang ke Istana Presiden dan sejumlah kantor kementerian. Massa pegawai dari Banten, Jabar, Jatim, dan Jateng akan dikerahkan. Kendati tidak menyebutkan akan adanya aksi mogok, SPPI mengisyaratkan kemungkinan pelayanan pos akan terganggu. Seperti diungkapkan Ketua Umum DPP SPPI, Koswara, pergantian direksi mutlak diperlukan menyusul kinerja perusahaan yang terus memburuk. Dalam pengamatan SPPI, PT Pos saat ini kesulitan soal likuiditas dan sampai Mei perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 80 miliar. Berkaitan dengan persoalan tersebut, Koswara meminta kepada jajaran direksi untuk tidak mengambil keputusan strategis yakni penjualan aset perusahaan seperti yang telah dilakukan sebelumnya, membuat pinjaman dalam jumlah besar, mutasi pejabat, melakukan restrukturisasi, dan membelanjakan anggaran perusahaan. "Pergantian ini jelas akan menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki kinerja dan aspek perusahaan lainnya melalui konsolidasi yang akan dilakukan jajaran direksi yang baru". Menurut Koswara, wacana pergantian direksi PT Pos sempat didiskusikan antara SPPI dan pihak Kementerian BUMN pada Mei lalu. Namun dalam perkembangan menyebutkan, bahasan tersebut tidak masuk agenda RUPS. Sikap ini, kata Koswara, membuat pihaknya kecewa. Sementara itu Sekretaris Perusahaan, Alirman sempat memberikan pernyataan di podium kepada para pendemo. Dia menjanjikan aspirasi pegawai secepatnya disampaikan kepada jajaran direksi. Menurutnya, aspirasi khalayak ini patut untuk diperjuangkan. "Pukul 17.00 ini (kemarin) saya ketemu dengan direksi, nanti akan saya sampaikan," katanya yang disambut pekik massa. Unjuk rasa karyawan dilakukan menjelang usai jam kerja kantor. Para karyawan berkumpul di lobi gedung berlantai delapan. Selain orasi dan diselingi pekik perjuangan, mereka juga memasang sejumlah poster yang sebagian besar berisi kecaman terhadap Kementerian BUMN yang dinilai ingkar janji. (dwi-46d) |