| Sabtu, 02 Juli 2005 | NASIONAL |
Siswa SD-SMP Dapat Dana Kompensasi BBMSEMARANG-Semua penyelenggara pendidikan tingkat SD dan SMP seluruh Jateng akan mendapatkan dana program bantuan operasional pendidikan (BOS). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Drs Suwilan Wisnu Yuwono MM, mengungkapkan hal itu disela-sela pemaparan hasil Ujian Nasional (UN) periode I, Kamis (30/6). Program BOS, merupakan bantuan pemerintah kepada sekolah/madrasah /salafiah jenjang SD dan SMP dalam rangka membebaskan peserta didik dari iuran sekolah selama menempuh pendidikan. "BOS merupakan implementasi dari PKPS BBM (Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak -Red). Sasaran program ini adalah semua SD,MI, SD LB, MTs, SMP LB dan salafiah setara SD dan SMP termasuk sekolah keagamaan non-Islam negeri dan swasta," katanya. Pemberian dana BOS didasarkan jumlah siswa yang menempuh pendidikan di jenjang sekolah bersangkutan. Setiap siswa SD mendapatkan Rp 235.000 per tahun atau Rp 19.000 per bulan, di jenjang SMP Rp 324.500 per tahun atau Rp 27.000 per bulan. Khusus untuk tahun pertama program berjalan, dana diberikan untuk masa Juli-Desember yang nilainya Rp 117.500 untuk SD dan Rp 162.250 SMP. Sebaliknya, mulai tahun 2006 akan diberikan menyesuaikan APBN. "Sekolah atau madrasah yang selama ini memungut iuran dari orang tua siswa, tapi jumlahnya lebih kecil dari dana BOS atau APBS (anggaran pendapatan dan belanja sekolah-Red) lebih kecil dari dana BOS yang diterima, maka lembaga pendidikan itu harus membebaskan siswa dari iuran sekolah," tegasnya. Suwilan menyatakan, sekolah yang kaya atau mapan secara ekonomi dan memiliki pendapatan atau APBS lebih besar dari dana BOS, memiliki hak menolak dana tersebut sehingga tidak berkewajiban mengikuti ketentuan petunjuk pelaksanaan (juklak) penyaluran BOS. Tapi, apabila di lembaga pendidikan tersebut terdapat siswa miskin maka sekolah diwajibkan membebaskan iuran seluruh siswa miskin yang ada. Jumlah sementara siswa di Jateng yang bakal menerima BOS, menurut Suwilan sebanyak 5.560.147 siswa. Jumlah itu berasal dari siswa SD/MI, SD LB sebanyak 3.936.000 orang, SMP/MTs 1.616.854, Salafiah SD 459, dan salafiah SMP 6.834. "Data tersebut sifatnya masih sementara," jelasnya. Dana Hibah Amerika melalui USAID Indonesia dan beberapa LSM akan mengucurkan dana hibah untuk Program Pendidikan Dasar yang Terdesentralisasi 2005-2010. Program itu merupakan bentuk kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika. Provinsi Jateng merupakan salah satu yang akan mendapat kucuran dana masyarakat Amerika tersebut. Berkaitan dengan hal itu, Jumat (1/7) kemarin rombongan USAID Indonesia dan beberapa LSM beraudiensi dengan Wagub Drs H Ali Mufiz MPA di lantai III Gedung A Setda. Menurut penjelasan Planning and Management Education USAID Frank Hijmans, program tahap pertama akan dilaksanakan di tujuh provinsi, yakni Sumatra Utara, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nanggroe Aceh Darussalam. Menurutnya, progam ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar di Indonesia. Soal besaran dana hibah, Frank menyatakan total untuk Indonesia 157 juta dolar AS. Namun jumlah dana untuk Jateng tidak disebutkan. Selanjutnya, yang akan mendapat kucuran dana tersebut adalah 20 kabupaten/kota di setiap provinsi. Adapun di tiap kabupaten/kota, dana akan dikucurkan untuk 20 sekolah. Wagub Drs H Ali Mufiz MPA mengatakan, pada prinsipnya ada yang ingin membantu mengembangkan pendidikan di Jateng. Dana tersebut merupakan dana hibah dan jangka waktunya lima tahun. Dia mengungkapkan, untuk Jateng pada tahap pertama akan diambil delapan kabupaten/kota terlebih dulu yang mendapat bantuan hibah tersebut. Soal mana saja kabupaten/kota tersebut, masih akan dilakukan pembicaraan lanjut pada Selasa depan. Selain itu juga akan dibicarakan mengenai bentuk kegiatan dan porsi dana yang akan dikucurkan untuk Jateng. (H7,G7-29d) |