logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juli 2005 NASIONAL
Line

Polisi Tangkap 24 Teroris di Jateng

  • 12 di Antaranya Akan Latihan Militer di Filipina

JAKARTA - Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap orang-orang yang diduga terkait dengan terorisme di Jawa Tengah.

"Memang ada upaya-upaya penindakan hukum terhadap mereka yang berkaitan dengan terorisme," kata Da'i saat dikonfirmasi tentang adanya penangkapan terhadap mereka yang diduga terkait dengan Jamaah Islamiyah (JI), usai perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-59 Polri di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/7).

Namun Kapolri enggan menjelaskan hal itu lebih lanjut. Alasannya, dirinya khawatir pihak lain yang tengah dikejar polisi justru melarikan diri. "Hal itu belum saya umumkan. Kami akan menyampaikan dalam jangka waktu 7 x 24 jam, supaya yang lain jangan lari," ungkapnya.

Menurut sumber, pihak kepolisian belum lama ini menangkap 24 orang yang diduga terkait dengan aksi bom Bali (2002) dan bom Hotel Marriott (2003). Penangkapan tersebut dilakukan di daerah Jawa Tengah.

Sementara itu mengenai tertangkapnya Iqbal, tersangka kasus peledakan bom di Hotel Marriott, Da'i juga menolak berkomentar.

"Nanti akan kami sampaikan. Memang ada upaya penindakan hukum terhadap mereka yang terkait dengan terorisme, tapi belum saya umumkan. Supaya buronan yang lain tidak melarikan diri," paparnya.

Sama seperti Kapolri, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Aryanto Budihardjo juga menolak menyebutkan jumlah tersangka yang ditangkap. Dia juga menolak menyebutkan lokasi penahanannya. "Nanti pada waktunya akan kami umumkan," katanya.

Di lain pihak, Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komisaris Jenderal Makbul Padmanagara, justru mengaku belum mengetahui informasi tentang penangkapan anggota JI di Solo.

"Namun kalau kejadiannya Rabu, mana mungkin tidak dilaporkan ke Mabes Polri," ujarnya.

Jaringan Teroris

Sementara itu sumber yang dihimpun dari berbagai pihak menyebutkan, sedikitnya 24 orang yang diduga anggota kelompok jaringan teroris di Tentena, Poso ditangkap di berbagai tempat di Jawa Tengah, dalam dua hari terakhir ini. Dari jumlah tersebut, 12 di antaranya dikabarkan sedang bersiap-siap menjalani pelatihan militer di sebuah kamp di Filipina. Salah satunya disebut-sebut bernama Iqbal, buronan polisi sejak peristiwa bom Marriott. Dia bersama lima rekannya ditangkap di Dukuh Pokoh, RT 02 RW 03, Wonoboyo, Wonogiri Kota. Rekan-rekannya itu adalah si pemilik rumah, Joko Sumanto (39), dan empat karyawannya yang dikenal bernama Anto, Dani, Gino dan Hana. Gino dan Hana, sehari-hari tinggal di rumah Joko.

Sumber tadi menyebut, Joko Sumanto adalah pemilik toko bahan bangunan UD Massa. Kediaman Joko digerebek polisi Rabu (29/6), sekitar pukul 17.00, atau beberapa menit setelah kedatangan tamu yang diduga bernama Iqbal.

Mereka ditangkap atas pengembangan kasus bom Tentena dan Poso. Selain di Wonogiri, penangkapan juga dilakukan di Sragen (6 orang), Sukoharjo (3 orang), Temanggung, Wonosobo, dan Magelang (6 orang), serta di perbatasan antara Klaten dengan Yogyakarta (3 orang). "Dari mereka yang ditangkap, 12 di antaranya calon peserta pendidikan kemiliteran yang akan diberangkatkan ke Filipina," ujar sumber tadi.

Penangkapan sejumlah orang yang diduga terlibat jaringan terorisme, baik di Wonogiri, Solo, Sragen, maupun di RS Islam Surakarta (RSIS) yang dilakukan Tim Detasemen 88 Antiteror Mabes Polri menuai protes.

Puluhan anggota Front Perlawanan Penculikan (FPP) Solo, Jumat (1/7) siang mendatangi Mapolwil Surakarta di Jl Slamet Riyadi. Kedatangan mereka bermaksud untuk mengetahui keberadaan sejumlah aktivis yang dikabarkan diculik oleh petugas kepolisian sejak Rabu, 29 Juni lalu.

Aksi protes dilakukan FPP menyusul adanya penangkapan beberapa orang yang diduga terlibat jaringan terorisme . (G11,san,bu-36,48nd)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA