| Sabtu, 02 Juli 2005 | NASIONAL |
Setelah Bupati Totok DitahanPNS Senam Pagi dan Nazar Lari 30 Km
SETELAH hampir sepekan ini halaman depan kantor Sekretariat Daerah (Setda) jauh dari hiruk pikuk PNS, Jumat (1/7) kemarin para PNS di lingkungan Kabupaten Temanggung kembali memadati halaman tersebut. Mereka tidak melakukan demo atau orasi menentang Bupati Totok seperti hari-hari yang lalu. Pagi itu mereka mengadakan senam pagi massal. "Dari setiap kantor ataupun dinas pasti ada yang datang untuk mewakili instansi masing-masing. Biasanya setiap Jumat memang diadakan senam di kantor masing-masing, tetapi hari ini dilakukan bersama-sama di halaman kantor Setda," ujar salah seorang PNS dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Temanggung. Ada sekitar 300 PNS yang pagi itu melakukan senam di sana dengan diringi dentuman musik dan lagu. Beberapa PNS mengatakan, mereka berdatangan secara spontan. Selain karena Jumat merupakan hari untuk berolahraga, mereka juga ingin berkumpul untuk mengetahui perkembangan keadaan Pemkab Temanggung. Sebab, mereka telah mengetahui dari media massa bahwa Bupati Totok telah ditahan mulai Kamis (30/6) lalu. "Mereka datang dan melakukan senam pagi itu secara spontan," tegas Sekda Setyo Adji. Ternyata setelah senam selesai, sekitar pukul 10.00, ada peristiwa yang sebelumnya tidak semua PNS yang berada di Setda itu mengetahuinya. Hari Purwanto, mantan Kepala Dinas Perhubungan Temanggung yang di-nonjob-kan oleh Bupati Totok di Kecamatan Kledung dan telah bernazar jika Totok ditahan akan berlari dari Kecamatan Kledung hingga Setda, ternyata kemarin betul-betul melakukannya. Hari Purwanto yang berusia 57 tahun itu kemarin berlari menempuh jarak kurang lebih 30 km. Ketika berangkat dari Kledung dia hanya didampingi dua PNS lain, yakni Ripto dan Triyogo. Namun sampai di Parakan, pendamping yang ikut lari bertambah delapan orang PNS. Ketika memasuki pintu gerbang Setda, kesebelas "pelari" tersebut disambut bagaikan atlet yang memasuki garis finis. Hari Purwanto melakukan sujud syukur dan digendong beramai-ramai oleh PNS lainnya. Begitu pula kucuran air terus disiramkan kepada mereka. "Alhamdullilah, batin saya merasa puas sekarang. Sakit hati saya sudah hilang dan badan saya pun bertambah sehat," kata Hari Purwanto yang memang hobi berlari itu. Hadi Purwanto di-nonjob-kan karena Totok menilai dia melakukan berbagai kesalahan ketika menjabat Kepala Dinas Perhubungan. Antara lain dia memerintahkan anak buahnya menebangi pohon yang menghalangi traffic light dan dituduh mengangkat pegawai harian lepas serta dinilai mempersulit turunnya izin trayek angkutan. Yang paling menyakitkan dia, dirinya dituduh memalsukan tanda tangan Bupati Totok sebagai persetujuan untuk membeli alat uji kendaraan indoberg. Menurutnya, kalau cuma masalah pemutasian atau pe-nonjob-an, dia mengaku rela menjalaninya karena jabatan adalah amanah. Yang membuat sakit hati adalah beberapa tuduhan yang tidak benar tersebut. "Meskipun semua itu tidak betul, saya tidak akan menuntut apa-apa. Saya tetap berdoa agar Bupati Totok tabah menjalani cobaan ini sebagaimana saya kemarin itu, dan semoga beliau juga dapat mulai mengubah sikap dan perilakunya selama ini," ujarnya. Tak hanya itu, beberapa saat kemudian muncul pula aksi para PNS, mencukur gundul rambutnya. Dua orang tukung cukur didatangkan. Mereka yang bercukur gundul ada 35 PNS. Tak pelak lagi, aksi yang selesai hingga pukul 12.00 itu menjadi tontonan menarik bagi PNS lainnya. "Pencukuran rambut ini untuk memenuhi nazar kami dan sebagai rasa syukur karena perjuangan kami selama ini telah menunjukkan hasil," ujar salah seorang PNS. Dengan adanya kegiatan PNS itu di Setda, apakah kemudian tugas dan pekerjaan mereka terbengkalai? "Yang datang ke kantor Setda hanya sebagaian PNS, lainnya tetap bekerja di kantor masing-masing. Biasanya setelah senam ini selesai mereka kembali bekerja lagi. Namun khusus Jumat ini tampaknya sebagian sampai siang masih berada di Setda karena mereka ingin melihat berbagai macam peristiwa yang terjadi di sini," kata Rohman Mawardi, salah seorang PNS. Sekda Setyo Adji yang siang itu telah bersiap-siap untuk pulang mengatakan, selama ini birokrasi tidak ada kemacetan. Pihaknya juga telah mengirimkan undangan kepada dinas, badan, bagian, kantor, dan kecamatan. (Henry Sofyan-41n) | ||||