| Sabtu, 02 Juli 2005 | SEMARANG |
Institut Obat Alam Akan Didirikan di Undip
SEMARANG - Untuk kali pertama institut obat alam Indonesia bakal didirikan di Jateng dengan konsep pusat obat tradisional terpadu. Proyek besar itu akan menelan dana APBD hingga Rp 2 miliar dan lahan disediakan oleh Universitas Diponegoro (Undip). Saat ini, pendirian proyek yang melibatkan petani, sejumlah dinas terkait, dan pengusaha itu sedang dalam proses tender. Rencananya, tahun ini pembangunan gedung dua lantai yang berlokasi di belakang Perpustakaan Undip Tembalang tersebut akan dimulai. Menurut Ketua Lembaga Penelitian (Lemlit) Undip Prof Ign Riwanto, proyek tersebut adalah ide lama yang sudah pernah direncanakan semasa jabatan Gubernur Ismail. Kegiatan yang dilakukan mulai dari penelitian bibit unggul tanaman obat, uji laboratorium, hingga penelitian ekstrak obat/jamu yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan. "Banyak pihak terkait yang akan terlibat, termasuk Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dokter Kariadi. Pendirian institusi ini didasari pada potensi tanaman obat yang cukup besar di Jawa Tengah," ujar dia, beberapa saat lalu. Konsep tersebut diperkuat setelah tim bersama Gubernur Jateng H Mardiyanto melakukan kunjungan ke RRC. Di Negeri Panda itu, papar dia, ada mal obat tradisional dan Institute of Material Medical yang polanya lebih modern. Penelitian Dua institusi tersebut menangani kegiatan mulai dari penelitian bahan dasar obat, pembuatan resep, identifikasi jamu, uji laboratorium, uji mutu, hingga dokter jaga. "Saat itu, kami sempat ditanting Pak Gub, bagaimana kalau pusat obat seperti itu ada di Jateng. Hasilnya, dua tahun lalu ada temu ilmiah dan lokakarya yang intinya bagaimana menginstitusikan kegiatan mulai dari bibit tanaman di level petani hingga uji pembuktian bahwa bahan itu bermanfaat bagi kesembuhan. Tapi semuanya tergantung komitmen semua pihak," jelas dia. Pusat obat itu rencananya akan terbagi dalam tiga bidang penanganan. Pertama, pusat budidaya tanaman obat dengan tim pemandu Dinas Perkebunan. Kegiatan yang dilakukan mulai dari penemuan bibit-bibit unggul, identifikasi lahan, hingga pelatihan teknik tanah untuk petani. Dua bidang lain yakni pusat uji simplisitas dan ekstraksi di bawah kontrol Dinas Kesehatan, dan pusat pengembangan obat alam dengan koordinator Lemlit Undip. Secara keseluruhan, koordinator lembaga itu adalah Asisten II Setda Jateng. Kendati gedung belum ada, sejumlah kegiatan ilmiah saat ini sudah mulai dilakukan. Tiga uji klinik yang dilakukan adalah uji daun salam sebagai obat asam urat, uji daun meniran untuk meningkatkan daya tahan (proteksi) hati atau lever, dan uji daun purwaceng sebagai viagra Indonesia. (H12-60v) |