logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juli 2005 SEMARANG
Line

Angka Ketidaklulusan Masih Dianggap Wajar

  • Dilihat dari Kualitas Siswa dan Proses Pembelajaran

SEMARANG- Kalangan pendidik dan orang tua siswa diharapkan tidak terlampau mencemaskan angka ketidaklulusan pada Ujian Nasional (UN) 2005 periode I.

Sebab, angka ketidaklulusan itu masih dalam batas kewajaran. Sebaliknya, peserta ujian yang belum lulus bisa mempersiapkan diri secara lebih baik untuk menghadapi UN periode II, Oktober mendatang.

Pakar evaluasi pendidikan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Dandan Supratman mengatakan, angka ketidaklulusan sebesar 25,59% untuk tingkat Jateng dan 19,38% tingkat Kota Semarang masih dalam batas wajar.

Hal itu jika dilihat dari kualitas siswa, guru, proses pembelajaran, serta validitas alat evaluasi yang digunakan.

"Kalau melihat berbagai aspek yang memengaruhi proses pembelajaran di sekolah, saya kira angka itu wajar. Tidak terlalu mengejutkan," ujar Dandan, Jumat (1/7).

Seperti diberitakan kemarin, jumlah siswa SMP/SMA/SMK yang tidak lulus UN 2005 mengalami lonjakan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari 278.048 peserta UN di Jateng, 71.153 di antaranya atau sekitar 25,59% tidak lulus dan harus mengikuti UN periode II Oktober mendatang.

Sementara itu di Kota Semarang, jumlah siswa belum lulus UN 2005 mencapai 8.367 siswa atau 19,38% dari 43.183 peserta.

Menurut dia, standar kelulusan 4,26 sebetulnya tidak terlampau memberatkan sekolah. Justru batas minimal kelulusan itu harus ditingkatkan secara bertahap dari tahun ke tahun.

Kalau sekolah mempersiapkan siswanya dengan baik melalui penyediaan fasilitas dan proses pembelajaran yang terencana, tentu angka ketidaklulusan itu bisa ditekan.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Sri Santoso, dalam penjelasan Penerimaan Siswa Baru (PSB) di kantornya.

Dia mengatakan, siswa yang belum lulus tidak perlu risau, sebab mereka memiliki hak yang sama dengan siswa yang lulus UN periode I, untuk mendaftar ke jenjang yang lebih tinggi.

"Mereka bisa mendaftar ke sekolah atau perguruan tinggi dengan membawa keterangan akan mengikuti ujian nasional periode II," ujarnya.

Persiapan UN II

Terkait dengan UN periode II pada 22-24 Agustus bagi yang belum lulus periode I, anggota Komisi E DPRD Jateng Muhammad Haris berharap semua pihak agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

Sebab, tingginya angka ketidaklulusan akan menimbulkan efek sosial yang serius. Karena itu, dia meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan betul-betul memantau persiapan UN periode II tersebut.

"Sisa waktu dua bulan agar digunakan Dinas untuk turun ke sekolah-sekolah guna memberi bimbingan, agar hasil UN periode II memuaskan," katanya, Jumat (1/7).

Anggota Dewan dari PKS tersebut berharap ada perhatian serius dari sekolah. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah dukungan dari orang tua murid.

Dia mengingatkan, sesuai ketentuan yang ada para siswa yang mengulang UN tetap tidak dipungut biaya.

"Jadi, jangan sampai ada tambahan biaya untuk mereka yang terpaksa mengulang ujian nasional," tandasnya. (H9,H7,G7-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA