logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juli 2005 SEMARANG
Line

Panwas Tetap Panggil Saksi Politik Uang

SEMARANG- Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Kota Semarang tetap akan memanggil para saksi, pihak terlapor, maupun pelapor indikasi politik uang. Meski Sri Kusmiyati, warga Jl Saptamarga III RT 5 RW 1 Kelurahan Jangli, Tembalang mengaku mencabut kesaksian, Panwas tetap akan meminta klarifikasi.

Kusmiyati dan tiga orang lainnya yang terkait dengan indikasi politik uang di TPS 2 Kelurahan Jangli akan dimintai keterangan, Senin (4/7) pekan depan. Ketua Panwas Kota, Sriyanto Saputro menyatakan, pihaknya belum menerima laporan pencabutan kesaksian Sri Kusmiyati.

Seperti diberitakan (SM; 30/6), Kusmiyati mengatakan akan mencabut kesaksian karena merasa diperalat Gampang Suparno, anggota Forum RT (Foret) yang melaporkan indikasi pelanggaran itu.

''Secara informal memang ada telepon ke Panwas yang mengabarkan pencabutan kesaksian tersebut. Namun karena tidak ada pernyataan resmi, kami tetap akan mengundang mereka untuk diklarifikasi,'' kata Sriyanto.

Terima Laporan

Pada Jumat (1/7) kemarin, Panwas menerima laporan indikasi politik uang yang dilakukan salah satu calon. Laporan disampaikan Suroto, warga RT 5 RW 1 Kelurahan Pedurungan Kidul, yang mengaku sebagai tim sukses calon wali kota dari Partai Golkar, Bambang Raya Saputra.

Menurut keterangan Suroto, Minggu (26/6), Jumali dan Siti Rohmah yang beralamat di RT 4 RW 1 Pedurungan Kidul, mendapatkan uang dari salah seorang tim kampanye pasangan calon.

Bambang Siswanto yang juga datang ke Panwas mengaku mendapatkan uang Rp 500 ribu dari salah seorang tim kampanye pasangan calon. Uang itu kemudian dibagikan kepada 10 warga di Kelurahan Pedurungan Kidul, masing-masing mendapatkan Rp 50.000. (H5-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA