logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juli 2005 SEMARANG
Line

Hajar Pembantu, Warga Belgia Dilaporkan

SEMARANG - Gara-gara mengamuk dan memukuli orang, Stefan Gerrin (46) seorang warga negara Belgia dilaporkan ke polisi. Korban, Dwi Jumartono (28) mengalami luka memar di punggung, kepala, dan tangan.

Dwi adalah pembantu rumah tangga keluarga Joe, juga warga negara Belgia, di Jalan Bukit Kemala, Bukitsari. Stefan, kenalan lama Joe, ikut menumpang di rumah itu sejak setahun lalu. Dia juga ikut bekerja di sebuah perusahaan ekspor mebel yang dikelola Joe, tapi dikeluarkan sejak April lalu.

Penganiayaan terjadi Kamis (30/6) dini hari. Peristiwa itu diduga dipicu rasa jengkel pelaku yang menganggap Dwi telah menyembunyikan pesawat telepon rumah yang biasa digunakannya. Telepon sengaja disimpan di dalam kamar karena Stefan kerap memakainya secara berlebihan.

Rekening bulan ini telah mencapai Rp 1,7 juta, jauh lebih besar daripada bulan lalu. Mertua Joe, Ny Lis (45) menduga, membengkaknya jumlah tagihan telepon karena Stefan kerap berlama-lama bermain internet. Namun Stefan membantahnya.

Dwi mengaku tak sekali ini menjadi korban pemukulan oleh Stefan.

''Saya sudah dua kali dipukuli sama dia. Gara-garanya sepele. Pernah suatu waktu dia beli kopi dan beberapa hari kemudian sudah habis. Eh, saya yang disalahkan dan dipukuli,'' kata Dwi.

Meski sudah berkali-kali diingatkan, perangai Stefan tak berubah. Dia kerap naik darah, apalagi setelah diberhentikan dari pekerjaannya.

Stefan juga tak sekali ini berurusan dengan polisi. Beberapa waktu lalu dia pernah dilaporkan ke pihak berwajib karena menunggak pembayaran sewa ruang untuk pameran mebel di Hotel Ciputra. (G3-60v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA