logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

Status Siswa yang Tidak Lulus Menggantung

TEMANGGUNG - Para siswa SLTP dan SLTA yang tidak lulus pada ujian nasional (UN), kemarin, statusnya diperkirakan menggantung. Hal itu lantaran jarak waktu antara UN tahap pertama dan tahap kedua terlalu panjang, yaitu empat bulan.

Milono, Ketua Dewan Pendidikan Temanggung, kemarin mengatakan, siswa yang tidak lulus dapat mendaftar ke jenjang di atasnya dengan catatan belum lulus atau hanya melampirkan surat keterangan hasil ujian (SKHU).

Karena itu, dia menyarankan, pada waktu-waktu mendatang interval waktu antara UN tahap pertama dan tahap kedua agar tidak terlalu lama. Paling tidak, waktunya masih dalam satu tahun pelajaran yang sama.

Sementara itu hasil pengumuman kelulusan di Kabupaten Temanggung, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, siswa SMP yang tidak lulus 16% dari 7.435 siswa dan MTs 23% dari 1.664 siswa yang ikut ujian. Untuk sekolah lanjutan atas, jumlah siswa SMA yang tidak lulus 22% dari 1.723 siswa, siswa SMK 38% dari 1.679 siswa, dan siswa MA 62% dari 594 siswa yang ikut ujian.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Temanggung Endro Martono mengemukakan, banyaknya siswa yang tidak lulus kemungkinan besar karena kekurangmatangan persiapan murid dan pembinaan guru.

Hanya Satu Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Purworejo Drs Sudarmo Subroto MM menjelaskan, dari 28 SMA negeri dan swasta, hanya satu SMA yang tingkat kelulusannya 100%, yakni SMA Negeri 1 Purworejo yang saat UN mengikutkan 242 murid jurusan IPA dan 68 jurusan IPS.

Jika dilihat dari jumlah nilai, sekolah itu pun meraih peringkat pertama. Sementara itu, peringkat kedua diduduki SMA Negeri 7, dengan 172 peserta UN jurusan IPA lulus semua, tetapi satu peserta dari 118 peserta ujian jurusan IPS, tidak lulus.

Sementara itu ada yang perlu diluruskan pada pemberitaan kemarin tertulis ''Di SMK Negeri 4 Purworejo dari 31 peserta hanya satu murid yang lulus''. Yang benar kalimatnya dari 31 peserta ujian hanya satu yang tidak lulus.

Di Wonosobo

Sebanyak 38 siswa SMP Wonosobo 1, berhasil meraih nilai 10 untuk mata pelajaran matematika, dalam Ujian Akhir Nasional (UN), tahun ajaran 2004/2005. Adapun siswa SMP Wonosobo 1 yang mengikuti UN, tercatat 239 anak.

Pada UN tahun 2004/2005, SMP Wonosobo 1 yang sejak satu tahun terakhir ini menyandang Sekolah Standar Nasional (SSN), meluluskan 100 persen siswanya.

Kepala SMP Wonosobo 1 Drs Agus Hidayat MPd mengatakan, siswa yang menempati peringkat I, II dan III, masing-masing Dian Ajeng Atikaningrum yang meraih NEM 29,17; Lala Risqi Larasati dan Tika Setya Wardhani yang meraih NEM sama, yaitu 28,67.

Para lulusan SMP Wonosobo 1 semuanya melanjutkan. Tahun ini diperkirakan 20 persen, lulusan SMP Wonosobo 1 melanjutkan ke berbagai sekolah unggulan di luar daerah, di antaranya ke Kota Magelang, Semarang, Salatiga, Purwokerto dan Yogyakarta. Sedangkan 80 persen lainnya melanjutkan ke SMA/SMK di Kota Wonosobo. (hsf, yon,P55-39jm)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA