logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

China dan Rusia Kutuk Nafsu Monopoli Amerika

MOSKWA - Rusia dan China Jumat kemarin mengeluarkan pernyataan bersama mengutuk Amerika Serikat. Dalam deklarasi dua negara itu, mereka mengecam AS yang berusaha memaksakan pengaruhnya di panggung dunia.

''Masyarakat internasional mesti membebaskan dirinya dari nafsu monopoli dan dominasi urusan-urusan internasional,'' demikian bunyi deklarasi yang ditandatangani Presiden China Hu Jintao dan Presiden Rusia Vladimir Putin usai pertemuan dua pemimpin di Kremlin.

''Masyarakat internasional perlu menyelesaikan perbedaan dan argumen secara damai, menghindari aksi-aksi sepihak dan tidak mengusung politik mendikte, ancaman militer atau pengerahan kekuatan militer.''

Rusia, negara pengekspor minyak terbesar kedua di dunia, dan China, negara yang sedang bertumbuh menjadi raksasa Asia, mengatakan mereka ingin membangun kemitraan strategis.

Kunjungan Jintao ke Moskwa ini juga membahas kebutuhan China akan minyak. Beijing berharap, kebutuhan bahan bakar minyak yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhannya dapat dipenuhi melalui kemitraan dengan Rusia.

Selain itu, kedua pemimpin juga membahas keamanan di Asia Tengah dan upaya-upaya memperkuat kerja sama di antara dua negara besar itu.

Di sela-sela perundingan, Hu akan berkunjung ke Siberia yang kaya energi untuk bertemu para pemimpin regional di Kota Novosibirsk. Dari Siberia, Hu akan melanjutkan perjalanan ke pertemuan puncak bidang keamanan di Kazakhstan, dan kemudian menuju KTT Kelompok Delapan (G8) di Skotlandia.

Imbangi Washington

Deklarasi bersama tentang ''tata internasional di abad 21'' itu dipandang sebagai upaya kedua negara besar itu untuk mengimbangi Washington. Deklarasi itu secara tegas mempersoalkan ''monopoli urusan dunia, pemisahan negara-negara menjadi kelompok pemimpin dan terpimpin, pemberlakuan secara paksa model-model sosial pembangunan, dan penerapan standar ganda.'' Isu-isu tersebut jelas merujuk pada AS.

Secara khusus, kedua pemimpin juga membahas masalah terorisme internasional dan upaya memantapkan keamanan dan stabilitas di berbagai wilayah di dunia, termasuk di Asia Tengah.

Di bidang keamanan, fokus pembahasan adalah kelompok Organisasi Kerja Sama Shanghai. Kelompok ini terdiri atas Rusia, China, Kazakhstan, Kirgiztan, Tajikistan dan Uzbekistan. Kelompok ini mencanangkan perang melawan ekstremisme di Asia Tengah sebagai tujuan utama mereka.

Pada pertemuan informal Kamis lalu di kediaman Putin di Novo-Ogarevo, pemimpin Rusia ini mengumumkan bahwa dua negara akan melakukan latihan militer bersama pada akhir musim panas ini.

Di bidang ekonomi, China berharap kunjungan Hu ini akan mendongkrak hubungan perdagangan. China terutama sekali sedang berupaya mengakses minyak mentah dan cadangan gas Rusia untuk mendukung kebutuhan pertumbuhan ekonominya.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA