logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juli 2005 EKONOMI
Line

Rupiah Makin Terpuruk

JAKARTA-Rupiah kian loyo. Pada Jumat (1/7), rupiah ditutup kembali melemah 15 poin ke level Rp 9.775 per dolar AS. Sinyal Bank Sentral AS yang akan kembali menaikkan suku bunganya terus menekan rupiah dan sejumlah mata uang regional lainnya.

Pada pembukaannya, rupiah masih bertengger di level Rp 9.760 per dolar AS, dan sempat menguat ke level Rp 9.750 per dolar AS. Sejumlah mata uang utama dunia juga terus merosot.

Selain itu sejumlah dealer menengarai, melemahnya rupiah dipicu oleh permintaan dari Pertamina untuk impor BBM. Pertamina diperkirakan memerlukan dolar dalam jumlah yang lebih banyak, mengingat tingginya harga minyak.

Pertamina juga dikabarkan membeli dolar lagi di luar yang telah disuplai Bank Indonesia. Selama ini, suplai dolar Pertamina disediakan oleh BI dalam rangka menjaga kestabilan rupiah.

Menneg BUMN Sugiharto mengakui hal tersebut. "Memang tidak langsung ke BI. Tapi BI mengetahui berapa tiap hari atau tiap minggu Pertamina akan membeli mata uang dolar," kata Sugiharto di Jakarta, kemarin.

Namun menurut Sugiharto, pembelian dolar AS oleh Pertamina merupakan hal yang rutin karena pencairan uang dari APBN dalam bentuk rupiah. (dtc-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA