| Sabtu, 02 Juli 2005 | EKONOMI |
JCI Buka Peluang Kerja Sama InvestasiSEMARANG- Keberadaan Junior Chamber International (JCI) Semarang diharapkan mampu menjembatani pengembangan kewirausahaan dan membuka peluang kerja sama dengan investor luar negeri. JCI merupakan jaringan pengusaha muda dan para profesional internasional. Menurut Danny Armananta, Local Organization Member (LOM) President JCI Semarang, lembaganya akan menjalin kerja sama dengan kelompok pengusaha yang sudah ada semisal Kadin dan Hipmi. ''Kerja sama ini diharapkan akan menghasilkan satu sinergi agar mampu lebih meningkatkan kualitas pengusaha muda dan berupaya memunculkan pengusaha muda tangguh di Jateng,'' kata dia menjelang pelantikan pengurus LOM PIA (Perekat Idealisme Anak) JCI Semarang yang akan dilaksanakan malam ini, di Hotel Ciputra. Hingga kini, pengusaha yang telah bergabung dengan LOM PIA JCI Semarang sekitar 20 orang dari berbagai sektor usaha seperti kontraktor, percetakan, komunikasi, dan entertainment. Ia berharap pengusaha lain bisa bergabung sehingga keinginan untuk mengembangkan iklim kewirausahaan di Jateng bisa lebih berkembang. Danny mengemukakan JCI akan lebih memperkuat hubungan antarpengusaha. Apabila ada peluang kerja sama dengan investor luar negeri, maka diupayakan dapat dikerjakan pengusaha lokal secara bersama-sama. Awal Berdiri JCI berdiri pada 11 Desember 1944 di Kota Meksiko dengan presiden pertama Raul Gracia, berkebangsaan Meksiko. Itu sebabnya, tanggal berdirinya JCI itu kini dirayakan sebagai Hari JCI sedunia. Di bidang ekonomi, organisasi itu dipercaya sebagai penasihat United Nation Economic and Social Council (Ecosoc) yang ada di bawah PBB dan Kamar Dagang (Kadin-red) Internasional. Deklarasi JCI dan Unicef untuk hak anak ditandatangani pada tahun 1986 di Nagoya, Jepang. Sederet tokoh ternama yang pernah menjadi anggota JCI adalah Presiden Taiwan Shui Bian Chen, Sekjen PBB Kofi Annan, mantan Presiden Prancis Jacques Chirac, mantan Wakil Presiden AS Albert Gore, mantan Presiden Filipina Joseph Estrada, hingga Pangeran Albert dari Kerajaan Monaco. (mhr-59) |