logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Juli 2005 BANYUMAS
Line

SD/MI dan SMP/MTs Terima BOS

PURWOKERTO - Pendaftaran penerimaan siswa baru (PSB) tingkat SMP di Kabupaten Banyumas dimulai Senin (4/7). Pendaftaran berlangsung tiga hari hingga Rabu (6/7). Untuk SMA/ SMK negeri pada 5-7 Juli sedangkan swasta hingga 8 Juli.

YMT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Didi Rudwianto melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah Haris Nurtiono kemarin mengemukakan, dalam PSB tahun pelajaran 2005/2006 khususnya tingkat SD/MI dan SMP/MTs menggunakan pola baru, yaitu bantuan operasional siswa (BOS).

Melalui pola BOS itu, para siswa SD/MI dan SMP/MTs mendapat bantuan untuk biaya sekolah selama setahun. Salah satu komponen dalam BOS adalah biaya pendaftaran dalam PSB ditanggung pemerintah. BOS 2005 dialokasikan untuk bayar sekolah pada Juli-Desember.

''Besarnya BOS tiap siswa untuk biaya sekolah selama satu tahun. Dengan adanya BOS itu, siswa SD/MI dan SMP/MTs tak lagi dipungut biaya. Terkecuali jika dalam satu sekolah masih ada kekurangan, atas dasar musya-warah komite sekolah dan orang tua murid bisa dikenai tambahan,'' paparnya.

Terkait dengan PSB, lanjut Haris, mengingat dana BOS belum cair maka dalam PSB sekolah masih boleh memungut biaya pendaftaran kepada calon siswa. Namun, biaya pendaftaran itu dianggap sebagai piutang. Setelah cair, biaya pendaftaran dikembalikan.

''Diharapkan, dana BOS itu sudah bisa cair pada Agustus mendatang. Pencairan dana itu langsung masuk ke rekening sekolah. Polanya tidak seperti bantuan khusus murid (BKM) dalam Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) yang bantuannya langsung diterimakan ke siswa melalui sekolah."

Lebih Tinggi

Menyinggung soal persentase ketidaklulusan ujian nasional (UN) di Kabupaten Banyumas, tandas dia, pada tingkat SMA dan SMP/MTs masih di bawah persentase tingkat Jateng. Untuk SMA di Kabupaten Banyumas jumlah ketidaklulusan 20,7% sedangkan Jateng 22%. SMP/ MTs di Kabupaten Banyumas, para siswa yang tak lulus 14,73% dan tingkat Jateng 15,61%.

Namun untuk ketidaklulusan di MA dan SMK, ujar Haris, di Kabupaten Banyumas lebih tinggi dari rata-rata Jateng. Untuk MA ketidaklulusan di Banyumas 64,34% sedangkan tingkat Jateng hanya 35%.

Untuk SMK di Kabupaten Banyumas, siswa yang tak lulus 40,87% sementara tingkat Jateng 30%.

Untuk SD/MI, seperti dikatakan Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Cipto Waluyo, hingga kini belum semua laporan masuk.

''Baru 15 kecamatan yang laporannya masuk. Dari yang sudah masuk, hampir semua lulus 100%. Jumlah pastinya berapa yang tak lulus masih menunggu semua unit pendidikan kecamatan (UPK) melaporkan hasil ujian akhir sekolah (UAS) ke Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas,'' paparnya. (G23-16j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA