logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 01 Juli 2005 EKONOMI
Line

Tinggi, Pembajakan Software di Indonesia

JAKARTA- Pembajakan sofware di Indonesia masih tinggi, sehingga mengurangi pendapatan perusahaan, karena harga yang ditawarkan jauh lebih rendah ketimbang software yang didatangkan dari luar negeri.

"Karena itu pemerintah, Business Sofware Alliance (BSA) dan asosiasi lainnya bersama-sama harus aktif melakukan berbagai usaha seperti mengadakan berbagai seminar dan edukasi," kata Direktur Andal Software, Indra Sosrodjoyo kepada pers seusai penandatanganan kerja sama Andal Software sebagai anggota lokal pertama BSA Indonesia di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, pembajakan sofware di Indonesia saat ini mencapai 87 persen turun dibanding tahun lalu yang mencapai 88 persen atau merosot satu persen, setelah pemerintah mengeluarkan Undang-undang Hak Cipta Intelektual (HAKI).

''Tingkat pembajakan seperti piranti lunak, film, musik dan artikel masih merajalela, karena masyarakat lebih suka membeli software bajakan yang harganya hanya sekitar Rp20.000 dibanding software yang didatangkan dari luar negeri, '' katanya.

Menurutnya konsumen tidak merasa rugi dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 20.000 sudah bisa memiliki aplikasi desain grafis yang lengkap dan persis dengan aslinya. Satu-satu yang tidak dapat dari software itu adalah technical support.

Namun tingkat harga software itu sebenarnya sangat merugikan negara maupun konsumen sendiri, khususnya perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri tersebut, karena kehilangan kesempatan dalam meraih keuntungan, tegasnya.

Ia mengatakan, kejahatan pembajakan software ini harus ditanggulangi bersama antara lembaga terkait, sehingga bisnis ini bisa mendatangkan devisa bagi negara dan kemajuan masyarakat pada umumnya.

''Dengan makin rendahnya tingkat pembajakan software maka diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indoneeia akan berkembang lebih cepat yang pada gilirannya akan memberikan kehidupan masyarakat Indonesia lebih baik,'' kata Indra Sosrodjoyo.

Ditanya bergabungnya dengan BSA, menurut dia, karena BSA mempunyai tujuan yang baik yaitu ingin memberantas pembajakan software yang dinilai sangat merajalela sehingga merugikan pendapatan devisa negara. "Kami sangat konsen dengan tujuan BSA dan mendukung usaha dengan segera masuk menjadi anggota BSA sebagai perusahaan lokal pertama,"katanya. (ant-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA