| Selasa, 28 Juni 2005 | SALA |
Bagi-bagi Uang Sulit DibuktikanSERANGAN fajar menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) sebagaimana dikhawatirkan berbagai kalangan, tampaknya tidak hanya sekadar rumor. Pemberian barang atau uang menjelang pilkada itu, benar-benar terjadi, namun secara faktual sulit dibuktikan. Berikut wawancara Suara Merdeka dengan Wakil Ketua Panwas Boyolali, Edy Sutejo, berkait dengan fenomena tersebut. Tanggapan Anda tentang serangan fajar menjelang pilkada ? Serangan fajar, merupakan istilah yang artinya memberi sesuatu atau politik uang sebelum pilkada digelar. Sejak kemarin, kami memang banyak menerima laporan, baik melalui telepon, SMS, maupun secara tertulis. Para pelapor menyatakan ada permainan politik uang menjelang dini hari. Setelah Anda menerima laporan ? Sudah tentu kami melakukan pendataan dan menindaklanjuti ke lapangan. Namun, laporan yang berkait tentang serangan fajar tidak bisa serta merta langsung ditemukan atau ditangkap pelakunya. Masih harus dicari dan dibuktikan di lapangan. Bagaimana bila ada yang terbukti melakukan ? Begini. Untuk bisa menjadi sebuah perkara tindak pidana atau diproses secara hukum, harus ada empat faktor pendukung. Di antaranya, subjek, objek, barang bukti, dan saksi. Satu dengan yang lainnya harus berkait, dan tidak bisa dipisahkan. Apakah Panwas kesulitan mendapatkan empat faktor yang merupakan sarana untuk menjerat hukuman itu? Dalam pelacakan ke lapangan, biasanya kami menemui kendala, yakni subjek dan saksi. Subjek artinya siapa yang memberi, sedangkan saksi adalah pihak ketiga yang mengetahui pemberian barang atau uang itu. Kalau barang bukti mudah diketahui, biasanya berupa semen dan aspal. Tetapi untuk saksi, kami merasa kesulitan. Kendati tahu, ada kalanya warga menolak menjadi saksi. Apakah hanya kesulitan itu Anda tidak menindaklanjutinya ? Tidak. Kami terus berusaha menemukan bukti-bukti yang bisa memperkuat dijadikannya perkara tindak pindana. Serangan fajar yang Anda ketahui berupa apa saja ? Ada yang berupa uang, bingkisan, semen, dan aspal. Begitu mengetahui ada serangan fajar, massa pendukung dari salah satu calon bupati (cabub) biasanya langsung memberi informasi. Hingga kini, kami masih kebanjiran menerima pengaduan serangan fajar. Tanggapan Anda mengenai pelaksanaan pilkada ? Saya menilai berlangsung aman dan lancar. Sejauh ini, kami belum menerima laporan adanya tindakan yang menjurus anarkis. Tetapi semuanya harus diwaspadai. Sebab, kerawanan pilkada biasanya setelah penghitungan suara. Bila perhitungan suara keliru, bisa menimbulkan benturan antarmassa pendukung cabup. Kami berharap semuanya berjalan lancar.(Suti Harjoyo-51a) |