| Selasa, 28 Juni 2005 | OLAHRAGA |
Lintas ArenaTurnamen Catur Cepat Terbuka HUT Ke-2 Club Catur Raja Sultan Agung SMAI Sultan Agung 3 Jl Kaligawe Km 4, (024) 659280 akan diadakan turnamen catur cepat terbuka, Minggu (3/7) mulai pukul 8.00. Memperebutkan piala bergilir Ketua I Bidang Pendidikan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Drs H Tjuk Subhan Sulchan. Hubungi Zaenal 08156631160, Dedi 08325637510, dan Suhirlan 08882921299. (D6-50) Sutiyoso Calon Presiden ABC JAKARTA- Ketua Umum PB PBSI, Sutiyoso, menjadi calon tunggal presiden Konfederasi Bulutangkis Asia (ABC) untuk periode dua tahun ke depan, yang pemilihannya akan dilaksanakan pada pertemuan tahunan ABC di Jakarta, 17 Juli mendatang. "Kedatangan saya ke Jakarta mewakili ABC meminta Sutiyoso untuk bersedia dicalonkan sebagai presiden ABC," ujar Sekjen ABC, Punch Gunalan saat memberi keterangan pers seusai bertemu Sutiyoso di Balaikota DKI Jakarta, Senin. Punch yang juga menjabat sebagai Deputi Presiden IBF itu mengatakan bahwa Sutiyoso dipastikan menjadi calon tunggal yang diajukan anggota ABC setelah pengajuan nama-nama calon ditutup pada 17 Juni lalu. Hingga saat ini, lanjutnya, total 31 negara mendukung pencalonan tersebut meski tidak seluruhnya secara resmi -baru 12 negara resmi menyatakan mendukung- dari 39 negara anggota ABC. (D3-40) Mantan Wakil Ketua IOC Bebas SEOUL- Korea Selatan akan memberikan kebebasan bersyarat kepada mantan wakil ketua Komite Olimpiade Internasional (IOC) Kim Un-yong pekan ini, satu tahun setelah dia dinyatakan bersalah melakukan tindak korupsi, kata jurubicara Kementerian Kehakiman, Senin (27/6). Lama dianggap sebagai tokoh paling berpengaruh dalam gerakan Olimpiade, Kim dihukum penjara dua tahun Juni tahun lalu karena menggelapkan sekitar 3,26 juta dolar AS dan menerima suap sebesar 788 juta won ketika menjadi ketua organisasi olahraga internasional itu. Hukuman tersebut kemudian dikurangi menjadi dua tahun berdasarkan banding. Kim (74) akan dibebaskan bersyarat mulai 30 Juni karena alasan kesehatan dan hal-hal lainnya. Kim masih menyisakan hukuman 10 bulan terhitung sejak pembebasannya. Dia mundur dari jabatannya di IOC pada Mei tahun lalu. Badan Eksekutif yang merupakan pengambil keputusan di IOC tahun ini sepakat atas laporan Komisi Etika bahwa Kim "secara serius telah merusak reputasi gerakan Olimpiade." (ant-40) |