logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 28 Juni 2005 SEMARANG
Line

Modali Anak dengan Ilmu Pendidikan

BUPATI Demak Hj Endang Setyaningdyah, mulai Minggu (26/6) memenuhi janjinya untuk turun ke desa-desa di wilayahnya. Dia bermaksud melihat dari dekat kegiatan warga dan mendengarkan langsung aspirasi mereka.

Daerah pertama yang dikunjungi adalah Desa Candisari, Kecamatan Mranggen dan Desa Jragung, Kecamatan Karangawen. Di Candisari, Bupati meletakkan batu pertama pembangunan lembaga pendidikan milik Pondok Pesantren Al Ma'ruf. Di tempat tersebut, dia bertemu artis Farida Pasha yang sering dikenal sebagai Mak Lampir dalam film Misteri Gunung Merapi. Kehadiran Mak Lampir pada acara tersebut sebagai penceramah acara Tasyakuran, Khotmil Quran Binnadhor dan Bilghoib Ponpes Al Ma'ruf serta Haul Ke-19 KH Kholil Mi'roj.

Selain meletakkan batu pertama, Bupati juga memberikan bantuan semen dan sejumlah uang untuk ponpes dan pembangunan masjid di desa tersebut. Dia juga memberikan secara simbolis rapelan empat bulan honorarium untuk guru madrasah diniyah (madin).

Bupati Endang mengatakan, pemerintahannya memberikan perhatian tinggi terhadap dunia pendidikan. Bukan hanya memberikan beasiswa kepada para pelajar dari keluarga yang kurang mampu tetapi juga memberi subsidi honorarium kepada guru madin.

Langkah tersebut guna mendorong peningkatan kualitas SDM Demak agar tidak tertinggal dengan daerah lain. ''Mudah-mudahan program ini bisa berlanjut seterusnya sehingga membuka cara pandang rakyat Demak terhadap pentingnya pendidikan.''

Jumlah SDM di Demak yang mengenyam pendidikan tinggi, masih sangat rendah. Persoalan utama yang menjadikan kondisi demikian adalah keterbatasan ekonomi masyarakat. ''Makanya kami memberi perhatian yang lebih terhadap persoalan ini. Coba saya tanya, apa ada bapak-ibu yang kepengin anaknya tidak sekolah?'' Serentak hadirin menjawab, ''tidak!''

Bupati mengimbau agar semua warganya ikut menyukseskan program wajib belajar sembilan tahun. ''Membantu kerja memang perlu, tapi harus diingat, masa depan anak harus dimodali dengan ilmu pendidikan.''

Di sela-sela ceramahnya, Mak Lampir sempat diminta hadirin untuk memamerkan gaya tertawanya yang khas. Meski hanya dua kali mempraktikkan, hal itu sempat membuat hadirin tertawa terbahak-bahak.

Saat memberikan wejangan, Farida didampingi seorang da'i dari Grobogan, Taufikkurohman. Seusai berkunjung ke ponpes asuhan Kiai Masruh Kholil, Bupati berkunjung ke Yayasan Alhasaniah yang berada di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen. Di tempat itu dia juga memberikan bantuan semen dan uang untuk pembangunan sekolah milik yayasan yang diketuai KH Zaenal Murtarom.

Dia juga bantuan untuk anak yatim piatu dan honorarium guru madin. Selama perjalanan pulang, Bupati sesekali berhenti di tempat yang ada keramaian maupun yang ada kegiatan. Seperti di pertigaan pasar Karangawen, dia langsung membaur dengan pedagang dan sopir angkot. Kehadiran Endang cukup mengagetkan mereka. Namun karena bupati mengawali dengan sapaan kepada warga, suasana pun langsung cair. (Hasan Hamid-54v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA