| Senin, 27 Juni 2005 | SALA |
TK Aisyiah Gemolong Sarat Piala KejuaraanMEMASUKI Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiah Gemolong, Sragen memang terasa berbeda dari kondisi TK pada umumnya. Di ruang depan tampak sederet piala berbagai lomba kejuaraan yang diraih sejak 2000. Jumlah piala yang dikoleksi TK pavorit itu hampir 100 buah. Di pelataran sekolah, puluhan anak di bawah usia lima tahun sibuk berlatih drumben. Mereka cekatan, pintar, dan menggemaskan. ''Untuk bisa membentuk pemain drumben membutuhkan waktu tujuh bulan,'' tutur Harun Rasyid, pembina drumben Aisyiah Bustanul Atfal Gemolong (ABG). Kebanyakan alumnus TK tersebut saat menjadi pemain drumben di SD sudah lihai. Dalam hal permainan perkusi dan drumben, TK Aisyiah boleh dibilang tiada tandingannya di wilayah Surakarta. TK itu sudah bisa membuktikan dengan menyabet dua kali juara umum Hamengku Buwono Cup di Yogyakarta 2002 dan 2003 kategori TK. Tidak hanya itu, putra-putri asuhan Kasek TK Sri Murdati itu belum lama ini menyabet juara umum dan memboyong Piala Wali Kota Tangerang 2005. Harun mengungkapkan, setiap tahun TK itu mampu menyabet 8-12 piala dan menjadi langganan juara. Piala terbesar dan tertinggi diraih dari mantan ketua MPR Amien Rais. Kejuaraan dari berbagai kota besar di Jawa juga pernah diraih, antara lain dari Semarang, Bandung, Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya. TK Aisyiah sudah tidak mengikuti kejuaraan setingkat kabupaten. ''Bila kejuaraan tingkat provinsi atau nasional dan di kota besar, kami baru ikut,'' ujarnya. Itu tidak berarti sombong tapi para juri menilai bahwa kemampuan TK itu di atas rata-rata. Ketika memainkan perkusi band, mereka melantunkan lagu-lagu daerah atau lagu anak-anak. Sebenarnya mereka bisa memainkan lagu remaja atau dewasa seperti lagu campurasi ''Cucak Rawa'' atau ''Randha Kempling''. Meski dia yakin anak-anak mampu, hal itu tidak akan dia ajarkan.(Anindito AN-16j) |